Showing posts with label INFO. Show all posts
Showing posts with label INFO. Show all posts

Tuesday, March 17, 2026

SPMB SMP Banyumas 2026/2027: Panduan dan Perbandingan


Gambaran Umum

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kabupaten Banyumas tahun ajaran 2026/2027 resmi ditetapkan melalui Keputusan Bupati Nomor 142 Tahun 2026. Aturan ini berlaku untuk TK, SD, dan SMP, dengan fokus pada transparansi, keadilan, dan integritas. Untuk jenjang SMP, aturan baru membawa sejumlah pembaruan dibandingkan tahun sebelumnya.

  • Pelaksana: Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas

  • Metode: Daring melalui aplikasi resmi Banyumas dan/atau luring

  • Biaya: Gratis, dibiayai APBD dan BOS sekolah

Persyaratan SMP

  • Usia maksimal 15 tahun per 1 Juli 2026

  • Telah menyelesaikan kelas 6 SD atau sederajat

  • Bukti: Ijazah atau surat keterangan lulus

  • Penyandang disabilitas dikecualikan dari syarat usia maupun ijazah

Jalur Penerimaan SMP 2026/2027

  1. Domisili – 45% kuota, berdasarkan KK minimal 1 tahun sebelum pendaftaran

  2. Afirmasi – 20% kuota, untuk keluarga tidak mampu (dibuktikan PIP/PKH/BPNT) dan penyandang disabilitas

  3. Mutasi – 5% kuota, untuk anak guru atau perpindahan tugas orang tua

  4. Prestasi – 30% kuota, berdasarkan rapor, Tes Kemampuan Akademik (TKA), prestasi akademik/non-akademik, hafalan kitab suci, atau Pramuka Garuda


Poin Penting untuk Masyarakat

  • Lebih transparan: Aturan jelas soal jalur, kuota, dan verifikasi KK

  • Lebih adil: Disabilitas dan keluarga tidak mampu mendapat jalur afirmasi khusus

  • Lebih kompetitif: Jalur prestasi mencakup rapor, TKA, lomba, hingga keagamaan

  • Lebih terintegrasi: Sistem daring Banyumas memudahkan pendaftaran dan pengaduan

Kesimpulan

SPMB SMP Banyumas 2026/2027 hadir dengan sistem yang lebih detail, transparan, dan adil dibandingkan tahun sebelumnya. Orang tua dan calon murid diharapkan menyiapkan dokumen sesuai jalur yang dipilih, memahami kuota, serta memanfaatkan sistem daring untuk proses pendaftaran. Dengan aturan baru ini, diharapkan penerimaan murid baru berjalan lebih tertib dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak usia sekolah.


Juknis SPMB Kabupaten Banyumas Tahun 2026/2027 silakan DOWNLOAD DISINI

Saturday, February 28, 2026

LATIHAN SOAL TKA MATEMATIKA


Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebentar lagi akan tiba, dan persiapan yang matang adalah kunci untuk menghadapi tantangan dengan percaya diri. Matematika, sebagai salah satu bidang yang diujikan, bukan hanya soal angka dan rumus, tetapi juga tentang cara berpikir logis, sistematis, dan kreatif dalam memecahkan masalah.

Latihan soal yang telah disiapkan ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengasah kemampuan, mengenali pola soal, serta melatih ketelitian dan kecepatan. Dengan berlatih lebih awal, mereka akan terbiasa menghadapi variasi soal dan mampu mengelola waktu dengan lebih baik saat ujian berlangsung.

Mari kita jadikan latihan ini sebagai langkah awal menuju keberhasilan. Ingat, setiap soal adalah kesempatan untuk belajar, dan setiap kesalahan adalah pintu menuju pemahaman yang lebih dalam. Dengan semangat belajar dan tekad yang kuat, anak-anak akan siap menghadapi TKA dengan penuh keyakinan.

"Semangat belajar adalah kunci membuka pintu masa depan."


Wednesday, December 17, 2025

APA YANG HARUS DISIAPKAN GURU JELANG PEMBAGIAN RAPOR?



Menjelang Pembagian Rapor Semester 1: Hal-Hal yang Perlu Disiapkan Guru untuk Disampaikan kepada Peserta Didik

Pembagian rapor pada tanggal 19 Desember 2025 menjadi momen penting bagi seluruh peserta didik, guru, dan orang tua. Selain sebagai bentuk laporan perkembangan belajar selama satu semester, penerimaan rapor juga menjadi ruang refleksi bersama untuk menata langkah menuju semester berikutnya. Agar proses ini berjalan lancar, bermakna, dan tetap edukatif, guru perlu menyiapkan beberapa poin penting untuk disampaikan kepada anak-anak sebelum mereka menerima rapor.

1. Mengingatkan Makna Rapor sebagai Cermin Perkembangan, Bukan Penilaian Akhir

Guru perlu menegaskan bahwa rapor bukan sekadar angka atau predikat, melainkan gambaran perjalanan belajar selama satu semester. Anak-anak perlu memahami bahwa:

  • Rapor adalah alat refleksi, bukan label diri.
  • Setiap capaian adalah hasil usaha, dan setiap kekurangan adalah peluang untuk memperbaiki diri.
  • Perjalanan belajar masih panjang dan selalu bisa ditingkatkan.

Pendekatan ini membantu peserta didik menerima rapor dengan sikap positif dan tidak tertekan.

2. Menjelaskan Komponen Penilaian Secara Sederhana

Sebelum rapor dibagikan, guru dapat memberikan penjelasan singkat tentang:

  • Komponen penilaian yang digunakan (pengetahuan, keterampilan, sikap, proyek, atau asesmen formatif).
  • Bagaimana nilai diperoleh.
  • Mengapa setiap komponen penting dalam proses belajar.

Penjelasan ini membuat peserta didik lebih memahami konteks nilai yang mereka terima.

3. Memberikan Apresiasi atas Usaha dan Perkembangan

Setiap anak memiliki perjalanan belajar yang unik. Guru dapat menyampaikan:

  • Apresiasi atas usaha, kedisiplinan, dan perkembangan yang telah ditunjukkan.
  • Contoh konkret perubahan positif yang terlihat selama semester berjalan.
  • Penegasan bahwa proses belajar lebih penting daripada sekadar hasil.

Apresiasi yang tulus akan memperkuat motivasi dan rasa percaya diri peserta didik.

4. Mengajak Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri

Sebelum menerima rapor, guru dapat mengajak anak-anak merenungkan:

  • Apa yang sudah mereka lakukan dengan baik.
  • Tantangan apa yang mereka hadapi.
  • Kebiasaan belajar apa yang ingin mereka perbaiki.
  • Target kecil apa yang ingin mereka capai di semester berikutnya.

Refleksi sederhana ini membantu peserta didik lebih sadar diri dan bertanggung jawab atas proses belajarnya.

5. Menyampaikan Etika dan Sikap Saat Menerima Rapor

Guru dapat mengingatkan peserta didik untuk:

  • Menerima rapor dengan sopan dan penuh rasa syukur.
  • Tidak membandingkan nilai dengan teman.
  • Menjaga kerahasiaan rapor sebagai dokumen pribadi.
  • Menyampaikan rapor kepada orang tua dengan jujur dan terbuka.

Nilai karakter ini penting untuk ditanamkan sejak dini.

6. Memberikan Informasi Teknis Pembagian Rapor

Agar proses berjalan tertib, guru perlu menyampaikan informasi teknis seperti:

  • Waktu dan tempat pengambilan rapor.
  • Ketentuan kehadiran orang tua atau wali.
  • Hal-hal yang perlu dibawa (misalnya buku rapor sebelumnya).
  • Alur pembagian rapor di kelas masing-masing.

Informasi yang jelas akan membantu menghindari kebingungan pada hari pelaksanaan.

7. Menyampaikan Pesan Penutup yang Menguatkan

Sebelum menutup pertemuan, guru dapat memberikan pesan yang menenangkan dan memotivasi, misalnya:

  • Mengajak anak-anak menikmati liburan dengan kegiatan positif.
  • Mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan.
  • Menegaskan bahwa sekolah selalu mendukung perkembangan mereka.

Pesan penutup yang hangat akan meninggalkan kesan baik dan memperkuat hubungan guru–murid.


Penutup

Pembagian rapor bukan hanya kegiatan administratif, tetapi juga momentum pendidikan karakter, refleksi, dan komunikasi yang bermakna. Dengan persiapan yang tepat, guru dapat membantu peserta didik memahami rapor secara lebih bijak dan menjadikannya sebagai pijakan untuk tumbuh lebih baik di semester berikutnya.


Sunday, December 14, 2025

Memaksimalkan Interactive Flat Panel (IFP) untuk Digitalisasi dan Pembelajaran Interaktif di Sekolah


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia belum lama ini mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk mempercepat digitalisasi sekolah dan menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21.

Namun, keberadaan perangkat canggih saja tidak cukup. Kunci keberhasilan terletak pada pemanfaatan kreatif dan efektif oleh para guru. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk memaksimalkan penggunaan IFP dalam kegiatan belajar mengajar.


🎯 1. Menggunakan IFP sebagai Papan Tulis Digital yang Dinamis

IFP bukan sekadar layar besar. Ia dapat menjadi papan tulis digital yang:

• Mendukung penulisan dengan stylus atau jari

• Memungkinkan penyimpanan catatan secara otomatis

• Memudahkan guru menampilkan gambar, diagram, atau video secara instan

Dengan fitur ini, guru dapat mengurangi penggunaan papan tulis konvensional dan menghadirkan pembelajaran yang lebih visual serta mudah diakses kembali.


🎮 2. Mengintegrasikan Game Edukasi untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa

Salah satu kekuatan IFP adalah kemampuannya menampilkan game edukasi berbasis web yang dapat dimainkan secara langsung melalui layar sentuh. Ini sangat efektif untuk:

• Ice breaking

• Penguatan materi

• Evaluasi cepat

• Aktivitas kolaboratif

Guru dapat memanfaatkan berbagai game edukatif yang tersedia di www.pakwaronline.com, seperti:

✅ Froggy Jumps Games

https://www.pakwaronline.com/2025/11/games-ifp-norma-kelas-ix.html

✅ Educaplay Games Matematika

https://www.pakwaronline.com/2025/11/persamaan-dan-pertidaksamaan-linier.html

✅ Lives Worksheet Pendidikan Pancasila

https://www.pakwaronline.com/2024/10/lembar-digital-bardi-712.html

✅ Educany Games Pendidikan Pancasila

https://www.pakwaronline.com/2024/02/lembar-digital-bardi-852.html

✅ Waygrounds Games Literasi dan Numerasi

https://www.pakwaronline.com/2024/09/latihan-soal-numerasi.html

https://www.pakwaronline.com/2024/09/latihan-soal-literasi.html

Game-game ini sangat cocok dimainkan di IFP karena mendukung interaksi langsung melalui sentuhan dan dapat dimainkan secara berkelompok.


📚 3. Menampilkan Materi Multimedia untuk Memperkaya Pembelajaran

IFP mendukung pemutaran:

• Video pembelajaran

• Animasi

• Simulasi interaktif

• Presentasi digital

Dengan memadukan multimedia, guru dapat menjelaskan konsep abstrak dengan lebih konkret dan menarik. Misalnya, simulasi IPA, video sejarah, atau animasi matematika.


🧩 4. Memfasilitasi Kolaborasi Siswa

IFP memungkinkan beberapa siswa berinteraksi secara bersamaan. Guru dapat menggunakannya untuk:

• Diskusi kelompok

• Mind mapping bersama

• Menyusun diagram atau tabel kolaboratif

• Menyelesaikan soal secara bergiliran

Aktivitas ini menumbuhkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan berpikir kritis.


✍️ 5. Mengoptimalkan Aplikasi Penunjang Pembelajaran

Guru dapat memanfaatkan berbagai aplikasi yang kompatibel dengan IFP, seperti:

• Whiteboard digital

• Google Workspace (Docs, Slides, Jamboard)

• Microsoft 365

• Aplikasi kuis seperti Quizizz, Kahoot, dan Blooket

Dengan integrasi aplikasi ini, pembelajaran menjadi lebih terstruktur, interaktif, dan terdokumentasi dengan baik.


🔍 6. Menggunakan IFP untuk Asesmen Cepat dan Umpan Balik Langsung

IFP dapat digunakan untuk:

• Menampilkan kuis live

• Menyimpan jawaban siswa

• Memberikan umpan balik instan

• Menunjukkan hasil evaluasi secara visual

Hal ini membantu guru memetakan pemahaman siswa secara cepat dan akurat.


🌱 7. Mendorong Guru untuk Berinovasi dan Berbagi Praktik Baik

Pemanfaatan IFP akan semakin optimal jika guru:

• Saling berbagi praktik baik

• Mengadakan pelatihan internal

• Mencoba fitur baru secara bertahap

• Mengembangkan media pembelajaran digital sendiri

Budaya kolaborasi ini akan mempercepat transformasi digital di sekolah.


Interactive Flat Panel (IFP) adalah jendela menuju pembelajaran masa depan. Dengan kreativitas dan kemauan untuk terus belajar, guru dapat mengubah kelas menjadi ruang belajar yang hidup, interaktif, dan menyenangkan. Digitalisasi bukan sekadar penggunaan perangkat, tetapi perubahan cara berpikir dan cara mengajar.

Dengan memanfaatkan IFP secara maksimal—termasuk melalui game edukatif di www.pakwaronline.com—guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik.

 

Wednesday, December 10, 2025

Panduan Pengisian Menu Kokurikuler di e-Rapor Versi 2025.2


✨ Latar Belakang

Mulai tahun ajaran 2025/2026, e-Rapor SMP menghadirkan menu baru yaitu Kokurikuler. Fitur ini sejalan dengan Panduan Kokurikuler yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen.

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang mendukung penguatan, pendalaman, dan pengayaan intrakurikuler, dengan tujuan membentuk kompetensi murid secara utuh, terutama karakter. Kegiatan ini berhubungan langsung dengan delapan dimensi profil lulusan, seperti keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.


🖥️ Menu Baru di e-Rapor

Dalam e-Rapor versi terbaru, admin sekolah akan menemukan menu Kokurikuler dengan beberapa bagian penting:

• Tema Kegiatan Kokurikuler

• Judul Kegiatan

• Tujuan Akhir Kegiatan

• Dimensi Profil Lulusan

• Kelompok Kokurikuler

Menu ini harus diisi secara sistematis agar kegiatan yang sudah berjalan di sekolah dapat terdokumentasi dengan baik dan sesuai panduan nasional.


🧭 Langkah Menentukan Tema

Menurut Panduan Kokurikuler, tema berfungsi menyatukan berbagai gagasan kegiatan sesuai konteks sosial budaya dan karakteristik murid.

Contoh pengelompokan tema di SMP Negeri 1 Gumelar:

1. Karakter dan Spiritualitas → Upacara Hari Senin, Sholat Berjamaah, Sholat Jumat, Keputrian

2. Kesehatan dan Kebersihan → Makan Sehat dan Bergizi, Senam Anak Indonesia Hebat, Jumat Bersih

3. Literasi dan Akademik → Literasi, Klinik Mata Pelajaran

Dengan tema ini, kegiatan lebih terarah dan mudah dipahami oleh guru, siswa, maupun orang tua. Penentuan nama tema di setiap sekolah dapat berbeda-beda sesuai dengan karakteristik sekolah dan juga kegiatan kokurikuler yang diadakan. 


🎯 Merumuskan Tujuan Akhir

Setiap kegiatan kokurikuler harus memiliki tujuan akhir yang jelas. Tujuan ini mengacu pada dimensi profil lulusan dan hasil pembiasaan yang diharapkan. Berikut contoh rumusan singkat:

• Sholat Berjamaah

“Melalui sholat berjama’ah, siswa dibina menjadi pribadi beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan penuh kebersamaan, sehingga terbentuk budaya religius yang menguatkan karakter sekolah.”

• Upacara Hari Senin

“Melalui upacara bendera, siswa dibina untuk menumbuhkan disiplin, meneguhkan semangat kebangsaan, serta memperkuat rasa tanggung jawab dan kebersamaan sebagai warga sekolah dan bangsa.”

• Makan Sehat dan Bergizi

“Melalui pembiasaan makan sehat dan bergizi, siswa dibina untuk menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak dini.”

• Literasi

“Melalui kegiatan literasi, siswa dibina untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.”


📝 Contoh Pengisian di e-Rapor

Jika admin ingin mengisi kegiatan Sholat Berjamaah, maka formatnya di menu e-Rapor adalah:

• Tema Kokurikuler: Karakter dan Spiritualitas (bisa juga Keagamaan sesuai contoh panduan)

• Judul Kegiatan: Sholat Berjamaah

• Tujuan Akhir: (isi dengan rumusan singkat di atas)

• Dimensi Profil Lulusan: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Akhlak Mulia, Kebersamaan (pilih satu atau dua)

• Kelompok Kokurikuler: Fase D (SMP)

Dengan cara ini, kegiatan yang sudah berjalan di sekolah akan terdokumentasi rapi, sesuai panduan, dan mudah dipantau dalam evaluasi.

📊 Contoh Tabel Ringkas Kegiatan Kokurikuler 


Dengan tabel di atas, admin e-Rapor akan lebih mudah:

• Menentukan tema kegiatan sesuai panduan.

• Mengisi tujuan akhir secara ringkas dan tepat.

• Mengaitkan kegiatan dengan profil lulusan yang relevan.

✨ Tabel ini bisa langsung dijadikan referensi saat mengisi menu Kokurikuler di e-Rapor versi terbaru.

DOWNLOAD TEKS TABEL DI ATAS


🌟 Penutup

Menu Kokurikuler di e-Rapor bukan sekadar tambahan administrasi, melainkan sarana untuk memastikan bahwa kegiatan pembiasaan di sekolah benar-benar mendukung pembentukan karakter dan kompetensi murid. Dengan pengisian yang tepat, sekolah dapat menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Thursday, October 23, 2025

Gebyar Hari Santri SDMu PINTAR




Gebyar Hari Santri SDMu PINTAR
“Semangat Santri, Jiwa Islami, Generasi PINTAR Beraksi” 

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025, SDMu PINTAR (SD Muhammadiyah Pasir Kidul Inovatif, Takwa, Aktif, Religius) menggelar kegiatan Gebyar Hari Santri dengan penuh semangat dan keceriaan.
Mengusung tema “Semangat Santri, Jiwa Islami, Generasi PINTAR Beraksi”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, nasionalisme, serta semangat belajar dan berakhlak bagi seluruh murid.

Kegiatan berlangsung pada Rabu, 22 Oktober 2025, di lingkungan SDMu PINTAR, diikuti oleh seluruh murid, guru, dan karyawan sekolah.


Rangkaian acara diawali dengan apel peringatan Hari Santri, di mana seluruh peserta mengenakan busana muslim bernuansa santri. Suasana apel berlangsung khidmat dan penuh makna saat pembina apel memberikan amanat kepada seluruh peserta. “Hari Santri mengajarkan kita untuk disiplin, rendah hati, dan pantang menyerah. Walau kita bukan dari pesantren, semangat santri bisa kita wujudkan lewat ketekunan belajar dan perilaku yang santun setiap hari,” ujar pembina apel dalam sambutannya.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah, Ibu Dewi Meilansari Kurniati, turut menyampaikan makna mendalam dari peringatan Hari Santri. "Makna Hari Santri bukan hanya mengenang perjuangan para ulama, tetapi juga meneladani semangat mereka dalam mencari ilmu, menjaga keikhlasan, dan mencintai tanah air. Santri sejati adalah mereka yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama,” tutur Ibu Dewi di hadapan seluruh peserta apel.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pawai berkeliling lingkungan sekitar sekolah. Murid-murid membawa poster berisi pesan moral, nilai islami, dan semangat kebangsaan. Warga sekitar turut menyambut dengan antusias rombongan pawai yang berjalan tertib dan penuh keceriaan, menciptakan suasana yang semarak dan menggembirakan.


Usai pawai, murid diajak menyimak dongeng inspiratif bertema perjuangan dan keteladanan santri yang dibawakan oleh Kak Alfian.
Dengan gaya bercerita yang ceria, ekspresif, dan penuh energi, Kak Alfian berhasil mencuri perhatian seluruh murid.



Suasana aula dipenuhi tawa, tepuk tangan, dan rasa kagum saat Kak Al menyampaikan pesan moral yang membekas di hati anak-anak. 
Dalam salah satu bagian ceritanya, Kak Al berkata,“Santri itu bukan hanya yang tinggal di pesantren, tapi siapa pun yang rajin belajar, berbuat baik, dan taat kepada Allah. Jadi, kalian semua di sini juga santri hebat yang sedang berjuang dengan cara belajar dan berakhlak baik.”
Ucapan itu disambut sorak dan tepuk tangan meriah dari para murid. Melalui dongeng tersebut, anak-anak belajar bahwa semangat santri dapat hidup di mana saja, termasuk di sekolah mereka sendiri, selama mereka tekun belajar, berakhlak mulia, dan menebar kebaikan setiap hari.


Seluruh kegiatan berjalan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan, berkat kerja sama antara guru, murid, dan dukungan orang tua.
Salah satu wali murid, Bapak Ariyanto, turut menyampaikan kesannya seusai acara,“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak tampak senang, tapi juga mendapat pelajaran berharga tentang nilai agama dan semangat juang. Ini cara yang bagus menanamkan karakter sejak dini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan setiap tahun,” ujarnya dengan bangga.

Kegiatan Gebyar Hari Santri ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter yang menumbuhkan semangat religius, aktif, dan inovatif pada diri murid — sejalan dengan nilai-nilai SDMu PINTAR: Inovatif, Takwa, Aktif, dan Religius.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan murid SDMu PINTAR semakin memahami makna perjuangan santri, mencintai ilmu, dan meneladani semangat para ulama dalam mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan akhlak mulia.

#DariPasirKidulUntukIndonesiaYangCerdasDanBerakhlak

Wednesday, September 10, 2025

Menyambut TKA 2026: Apa yang Perlu Disiapkan Sekolah dan Guru?

TKA




Tahun 2026 akan menjadi tonggak penting dalam dunia pendidikan Indonesia. Pemerintah melalui Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 047/H/AN/2025 telah menetapkan kerangka asesmen untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Tes ini dirancang sebagai asesmen terstandar yang bertujuan untuk memberikan gambaran objektif tentang capaian akademik murid secara nasional.

Namun, TKA bukan sekadar ujian. Ia membawa filosofi baru dalam penilaian, pembelajaran, dan pengakuan hasil belajar. Lalu, apa saja yang perlu disiapkan oleh sekolah dan guru agar pelaksanaan TKA di tahun 2026 berjalan optimal?

🧭 Memahami Tujuan TKA

TKA hadir untuk:

  • Menyediakan data capaian akademik yang adil dan terstandar.
  • Menjadi alat seleksi yang lebih objektif dibandingkan nilai rapor.
  • Mendukung pengakuan hasil belajar dari jalur nonformal dan informal.
  • Menjadi acuan peningkatan mutu pembelajaran dan penilaian.

Dengan kata lain, TKA bukan hanya soal “tes”, tapi juga soal bagaimana guru mengajar dan murid belajar.

📚 Mata Uji dan Kompetensi yang Diukur

TKA 2026 akan menguji dua mata pelajaran utama:

  • Bahasa Indonesia: Fokus pada keterampilan membaca, baik teks informasi maupun fiksi.
  • Matematika: Mengukur pemahaman konsep, penalaran, dan pemecahan masalah.

Soal-soalnya dirancang untuk menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills), bukan sekadar hafalan.

🏫 Apa yang Perlu Disiapkan Sekolah?

  1. Sosialisasi Internal dan Eksternal

    • Pastikan semua guru memahami kerangka asesmen TKA.
    • Libatkan orang tua dan komite sekolah dalam diskusi terbuka agar tidak terjadi miskonsepsi.
  2. Integrasi TKA dalam Perencanaan Pembelajaran

    • RPP dan modul ajar perlu diselaraskan dengan kompetensi yang diukur dalam TKA.
    • Fokus pada pembelajaran mendalam, bukan drilling soal.
  3. Penguatan Literasi dan Numerasi

    • Perkuat budaya membaca dan berpikir kritis di sekolah.
    • Gunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika.
  4. Simulasi dan Refleksi

    • Lakukan simulasi TKA secara berkala untuk mengenalkan format soal kepada murid.
    • Gunakan hasil simulasi sebagai bahan refleksi guru untuk memperbaiki strategi pembelajaran.

👩‍🏫 Peran Guru: Lebih dari Sekadar Pengajar

Guru akan menjadi aktor utama dalam keberhasilan TKA. Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Menganalisis kompetensi TKA dan menjadikannya referensi dalam menyusun tujuan pembelajaran.
  • Mendesain asesmen kelas yang meniru karakter soal TKA: berbasis konteks, menantang, dan mendorong penalaran.
  • Membimbing murid secara reflektif, bukan hanya mengejar skor, tapi juga membangun pemahaman yang bermakna.

🌱 Penutup: TKA sebagai Momentum Transformasi

TKA bukan ancaman, melainkan peluang. Jika dirancang dan dilaksanakan dengan bijak, ia bisa menjadi katalis untuk pembelajaran yang lebih bermakna, adil, dan berkualitas. Sekolah dan guru tidak perlu panik, tapi perlu bersiap—dengan strategi, kolaborasi, dan semangat pembaruan.

Mari kita sambut TKA 2026 sebagai bagian dari perjalanan panjang menuju pendidikan yang lebih baik.



Ingin contoh soal TKA 2026?
Atau ingin mengadakan Uji coba TKA?
Ketik "Ingin" di kolom komentar



#TKA
#TKA2026
#Literasi
#Numerasi
#Litnum
#Kemdikdasmen
#ProgramSekolah
#TesKemampuanAkademik

Tuesday, June 3, 2025

SPMB 2025 DIMULAI


Ini yang Ditunggu!! Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun 2025

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pendaftaran Murid Baru adalah informasi yang sudah banyak ditanyakan oleh masyarakat. Bahkan mulai dari bulan Januari sudah banyak yang mencari informasi Pendaftaran Murid Baru ini.

Dan akhirnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Banyumas tahun ajaran 2025/2026 resmi dibuka! Ada beberapa hal baru yang ada pada kegiatan Penerimaan Murid Baru. Yang pertama dari sisi istilah, tahun kemarin menggunakan istilah PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru. Tahun ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 istilah PPDB diganti dengan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru). Yang kedua dihapusnya istilah Zonasi dan diganti menggunakan kata Domisili. Penggunaan istilah Peserta Didik juga diganti dengan istilah Murid.

Apa hal baru lain yang ada di SPMB 2025? Berikut informasi selengkapnya mengenai jalur pendaftaran serta berkas-berkas yang harus disiapkan.

JALUR PENDAFTARAN

Calon murid dapat mendaftar melalui empat jalur utama, masing-masing dengan persyaratan berbeda:

  1. Jalur Domisili
  • Jalur domisili SD paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) dari daya tampung satuan pendidikan. Sedangkan untuk SMP 45% (empat puluh lima persen) dari daya tampung satuan Pendidikan yang terdiri atas 35% (tiga puluh lima persen) untuk jalur domisili utama dan 10% (sepuluh persen) untuk jalur domisili sebaran
  • Jalur domisili dibagi menjadi dua, yaitu domisili utama dan domisili sebaran: (a.) domisili utama adalah penetapan wilayah penerimaan yang terdiri dari desa/kelurahan dan/atau gabungan desa/kelurahan lokasi suatu sekolah berada;  (b.) domisili sebaran adalah penetapan wilayah penerimaan yang merupakan desa/kelurahan di luar domisili utama dalam kecamatan suatu sekolah berada. (BARU)
  • Alamat domisili berdasarkan Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan minimal 1 tahun sebelum tanggal pendaftaran.
  • Nama orang tua/wali calon murid baru yang tercantum pada KK harus sama dengan nama yang tercantum pada rapor/ijazah jenjang sebelumnya, akta kelahiran, dan/atau KK sebelumnya. (BARU)
  • Jika terdapat perubahan KK karena perpindahan domisili, seluruh keluarga pada KK tersebut harus ikut pindah.
2. Jalur Afirmasi
  • Jalur afirmasi SD paling sedikit 15% (lima belas persen) dari daya tampung satuan pendidikan, sedangkan SMP paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari daya tampung satuan pendidikan.
  • Jalur ini adalah jalur khusus bagi murid dari keluarga ekonomi tidak mampu atau penyandang disabilitas.
  • Bukti ekonomi tidak mampu berupa keikutsertaan dalam program Indonesia Pintar (PIP), PKH, BPNT atau program lain dari pemerintah.
  • Penyandang disabilitas harus memiliki surat keterangan dari dokter atau psikolog serta kartu penyandang disabilitas dari Kementerian Sosial.
3. Jalur Mutasi
  • Persentase kuota untuk jalur mutasi sebesar paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung satuan pendidikan untuk SMP.
  • Untuk murid yang pindah domisili karena perpindahan tugas orang tua atau anak guru yang ingin bersekolah di tempat orang tua bekerja.
  • Wajib menyertakan surat tugas dari instansi/perusahaan dan surat keterangan pindah domisili dari Dinas Dukcapil.
  • Surat penugasan sebagaimana dimaksud angka 2 tertanggal paling lama 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran SPMB.
4. Jalur Prestasi
  • Persentase jalur prestasi sebesar paling sedikit 25% dan paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari daya tampung satuan pendidikan untuk SMP. (BARU)
  • Diperuntukkan bagi murid dengan nilai akademik tinggi atau prestasi non-akademik (seni, olahraga, Pramuka Garuda, dll.).
  • Bukti prestasi harus berasal dari kompetisi resmi yang diakui pemerintah, seperti OSN, O2SN, FLS2N, atau Kompetisi Sains Madrasah.
  • Piagam/sertifikat prestasi harus dilengkapi dengan surat keterangan skoring bobot piagam dari Dinas Pendidikan.

Berkas yang Harus Disiapkan

Calon murid harus menyiapkan sejumlah dokumen untuk proses pendaftaran:

TK dan SD (Pendaftaran Offline)

  • Fotokopi Akta Kelahiran atau Surat Keterangan Lahir
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Surat pernyataan orang tua/wali
  • Formulir pendaftaran dari sekolah

SMP (Pendaftaran Online di spmb.banyumaskab.go.id) KUNJUNGI WEB KLIK DISINI
  • Scan Akta Kelahiran
  • Scan Kartu Keluarga (KK)
  • Pas foto berwarna
  • Scan Surat Pernyataan Orang Tua/Wali (Download DISINI) 
  • Scan piagam kejuaraan dan surat keterangan skoring bobot piagam (jika mendaftar jalur prestasi)

Tahapan dan Jadwal Penting
  • Pembuatan Akun Online: 19-20 Juni 2025
  • Pendaftaran: 23-25 Juni 2025
  • Pengumuman Hasil Seleksi: 30 Juni 2025
  • Daftar Ulang: 1-3 Juli 2025
  • Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS): 14-16 Juli 2025


SPMB tahun ini hadir dengan sistem yang lebih terstruktur, transparan, dan inklusif, memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan terbaik sesuai dengan kebutuhannya. Pastikan Anda mengikuti jalur yang sesuai dan menyiapkan berkas pendaftaran dengan lengkap agar proses berjalan lancar!


Hal-hal yang kurang jelas tentang SPMB silahkan sahabat semua tulis di kolom komentar.

Atau selengkapnya sahabat semua dapat mendownload file Sosialisasi SPMB Kabupaten Banyumas tahun 2025 pada link di bawah!


Untuk mengetahui wilayah sebaran Domisili Utama dan Domisili Sebaran silahkan download Link di bawah




#SPMB2025

#SPMBBANYUMAS


Monday, May 26, 2025

DOWNLOAD SURAT PERNYATAAN KEBENARAN DOKUMEN DAN SURAT SEHAT

 


Hari ini Senin, 26 Mei 2025 adalah hari pertama pembuatan akun SPMB SMA/SMK Provinsi Jawa Tengah. Pembuatan akun SPMB ini bisa dilakukan oleh Calon Peserta sampai dengan tanggal 10 Juni 2025. Adapun verifikasi berkas baru dimulai tanggal 27 Mei - 10 Juni 2025 di SMAN dan SMKN wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Aktivasi Akun dimulai tanggal 3 - 10 Juni 2025.

Untuk Pendaftaran/Pemilihan Sekolah dan perubahan pilihan, Peserta SPMB dapat melakukan dalam rentang waktu 12 - 17 Juni 2025 (daring). Khusus tanggal 17 Juni 2025 pendaftaran ditutup pada pukul 17.00 wib. Jadi hati-hati pada tanggal ini pastikan nama kamu masih tercantum ya....

Selanjutnya saat yang ditunggu yaitu Pengumuman Hasil Seleksi di tanggal 20 Juni 2025 selambatnya pukul 23.59 wib.

Untuk berkas yang harus disiapkan oleh Calon Peserta SPMB adalah file berbentuk pdf dan pastikan ukuran besar file sesuai ketentuan (1 mb).
Apa saja file yang harus disiapkan:

1. Kartu Keluarga
2. Surat Keterangan Lulus (sebagai pengganti Ijazah)
3. Surat Keterangan Nilai Rapor (5 semester)
4. Sertifikat Kejuaraan
5. SK Ketua OSIS/Pramuka (DOWNLOAD DISINI)
6. Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen (DOWNLOAD DISINI)
7. Surat Pernyataan Sehat (untuk SMK) DOWNLOAD DISINI


Selamat mendaftar di SMA atau SMK yang diinginkan. Semoga sukses sesuai harapan.

#SPMB
#SPMB2025
#SPMBSMA
#SPMBSMK
#SMA
#SMK
#SPMBPROVJATENG
#SURATPERNYATAANKEBENARANDOKUMEN
#SURATPERNYATANSEHAT


Sunday, May 4, 2025

NOTE TAKING DAN NOTE MAKING DALAM PENDEKATAN DEEP LEARNING


Kebijakan Kemendikdasmen yang mendorong penerapan deep learning di sekolah harus disikapi dengan bijaksana oleh guru. Guru tidak hanya sekadar mengubah metode mengajar, tetapi juga perlu menciptakan lingkungan belajar yang memungkinkan siswa berpikir lebih dalam, menggali konsep dengan kritis, dan menghubungkan berbagai informasi secara mandiri. Salah satu aspek penting dalam penerapan deep learning adalah bagaimana siswa menangkap, mengelola, dan mengolah informasi yang mereka pelajari agar benar-benar memahami materi secara mendalam. Setidaknya ada dua hal untuk dapat mengimplementasikan pendekatan deep learning untuk pembahasan kali ini. Yang pertama layout student learning centered dan yang kedua adalah praktik note taking dan note making.

Mengapa Harus Beralih ke Layout Student Learning-Centered?

Dalam pembelajaran konvensional, kelas sering kali diatur dengan layout konvensional di mana meja dan kursi siswa disusun sejajar menghadap guru sebagai pusat informasi. Model ini cenderung membuat siswa pasif karena interaksi lebih banyak terjadi satu arah. Namun, dengan pendekatan student learning-centered, pembelajaran harus lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada siswa. Apa saja yang mendukung Student Learning Centered?
  • Dengan pengaturan tempat duduk berbentuk U-Shaped, Cluster, atau Circular, siswa lebih mudah berdiskusi dan bekerja dalam kelompok.
  • Model ini memungkinkan guru bergerak bebas di antara siswa, memberikan bimbingan yang lebih personal.
  • Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, mencari solusi, dan mengembangkan pemahaman mereka sendiri.
  • Dengan lingkungan belajar yang lebih fleksibel, siswa lebih mudah menerapkan strategi pembelajaran mendalam seperti problem-based learning (PBL) dan inquiry-based learning.

Pentingnya Note Taking dan Note Making dalam Deep Learning

Salah satu langkah penting dalam transformasi ini adalah mengubah tata letak kelas serta mendorong penggunaan note taking dan note making sebagai strategi utama dalam memahami materi.

1. Note Taking: Mencatat Informasi yang Diterima
  • Cornell Notes → Membagi catatan menjadi tiga bagian: catatan utama, kata kunci/pertanyaan, dan kesimpulan.
  • Mind Mapping → Menghubungkan konsep dalam bentuk diagram bercabang untuk memperjelas hubungan antar ide.
  • Outline Method → Menyusun catatan dalam bentuk daftar berpoin yang terstruktur.
2. Note Making: Mengolah Kembali Catatan untuk Pemahaman Mendalam
  • Paraphrasing → Menulis ulang informasi dengan bahasa sendiri agar lebih mudah dipahami.
  • Summarizing → Membuat ringkasan dari catatan untuk menyoroti poin utama.
  • Questioning → Membuat pertanyaan dari catatan sebagai refleksi pemahaman.
  • Comparison Table → Membandingkan konsep atau teori dalam bentuk tabel agar lebih terstruktur.
Contoh Penerapan Note Taking di Kelas (Cornell Notes – Materi Pancasila)

Kata Kunci/Pertanyaan Catatan Utama Kesimpulan
Apa arti Pancasila? Pancasila adalah dasar negara RI dengan lima sila utama. Pancasila menjadi landasan dalam kehidupan bernegara.
Apa fungsi Pancasila? Sebagai ideologi, pedoman dalam berperilaku, dan dasar hukum. Memandu kehidupan sosial, politik, dan hukum di Indonesia.

Contoh Note Making (Ringkasan dengan Mind Map)
  • Tema: Makna dan Fungsi Pancasila
  • Makna Pancasila → Dasar negara, ideologi bangsa
  • Fungsi Pancasila → Pedoman kehidupan, dasar hukum, sumber nilai
  • Penerapan → Dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pemerintahan

Ayo Coba di Kelas Anda!

  1. Meningkatkan Kolaborasi dan Interaksi

  2. Meningkatkan Kemandirian dan Kreativitas

  3. Mendukung Deep Learning

Deep learning tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga bagaimana siswa memproses informasi yang diterima. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan note taking dan note making secara efektif.

Dengan note taking, siswa dapat menangkap inti materi secara sistematis, sementara note making memungkinkan mereka mengolah informasi, mengaitkan dengan konsep lain, serta membentuk pemahaman yang lebih dalam. Keduanya menjadi kunci utama agar siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami dan mampu menerapkan materi yang dipelajari.

Dalam model pembelajaran student learning-centered, note taking dan note making berperan besar dalam membantu siswa memahami dan mengingat informasi secara efektif.

Note taking adalah proses mencatat informasi dari sumber seperti guru, buku, atau video pembelajaran. Metode ini membantu siswa menangkap inti materi yang disampaikan. Beberapa teknik note taking yang efektif:

Jika note taking hanya merekam informasi, maka note making adalah proses mengolah kembali informasi tersebut dengan pemahaman pribadi. Ini adalah langkah aktif dalam pembelajaran mendalam. Beberapa teknik note making yang bisa diterapkan:

Siswa yang hanya melakukan note taking cenderung hanya mengingat informasi tanpa pemahaman mendalam. Namun, ketika mereka mengolah catatan dengan note making, mereka lebih mampu memahami, mengingat, dan menerapkan konsep dalam berbagai situasi.

Mengubah layout konvensional menjadi student learning-centered bukan sekadar perubahan fisik ruang kelas, tetapi juga perubahan dalam strategi pembelajaran. Dengan mengadopsi metode note taking & note making, siswa tidak hanya sekadar mencatat, tetapi juga memahami dan mengolah informasi secara mendalam. Dengan demikian, pendekatan deep learning dapat benar-benar terwujud dalam praktik pembelajaran di kelas.

Sebagai guru, mulailah dengan mengatur ulang tempat duduk kelas agar lebih mendukung interaksi. Kemudian, ajarkan siswa cara melakukan note taking dan note making yang efektif. Bagikan pengalaman Anda dalam menerapkan strategi ini di kelas dan lihat bagaimana perubahan ini meningkatkan kualitas pembelajaran! 😊

Friday, December 20, 2024

POIN-POIN PENYAMPAIAN WALI KELAS SAAT PEMBAGIAN RAPOR



Membangun komunikasi yang baik antara wali kelas dan wali murid sangat penting karena berdampak langsung pada keberhasilan pendidikan siswa. Wali kelas dan wali murid adalah dua pihak yang berperan penting dalam pendidikan dan perkembangan siswa. Komunikasi yang baik memungkinkan keduanya berbagi informasi tentang kemajuan, kebutuhan, atau kesulitan siswa, baik di sekolah maupun di rumah.

Hubungan yang harmonis antara wali kelas dan wali murid menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran. Ketika wali murid merasa didengar dan dilibatkan, mereka lebih termotivasi untuk berkontribusi pada proses pendidikan anaknya. Komunikasi yang terbuka mempermudah identifikasi dan penyelesaian masalah, seperti kesulitan belajar, perilaku siswa, atau persoalan sosial. Dengan kerja sama, solusi dapat dicapai lebih cepat dan lebih efektif.

Komunikasi yang konsisten dan transparan membantu membangun kepercayaan antara wali kelas dan wali murid. Wali murid yang percaya pada guru cenderung lebih mendukung kebijakan dan program sekolah. Kolaborasi yang baik mempermudah pelaksanaan kegiatan sekolah, seperti acara kelas, kunjungan edukatif, atau program khusus. Partisipasi aktif dari wali murid juga membuat kegiatan menjadi lebih sukses.

Wali Kelas wajib memanfaatkan waktu bertemu wali murid saat pembagian rapor. Oleh karena itu wali kelas wajib memberikan informasi yang positif untuk wali murid. Berikut adalah poin-poin penyampaian yang dapat disampaikan wali kelas kepada orang tua/wali murid saat pembagian rapor dan menghadapi libur akhir semester:

1. Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi

  • Terima kasih atas dukungan dan kerjasama selama satu semester.
  • Apresiasi kepada siswa yang telah menunjukkan usaha dan pencapaian terbaiknya.
  • Pengakuan terhadap peran aktif orang tua dalam mendukung pembelajaran di rumah.
2. Evaluasi dan Perkembangan Siswa
  • Penjelasan tentang pencapaian siswa berdasarkan hasil rapor.
  • Highlight kemajuan siswa di bidang akademik, non-akademik, atau karakter.
  • Penyampaian area yang perlu ditingkatkan tanpa memberikan kesan negatif.
3. Pentingnya Dukungan Orang Tua
  • Pentingnya menjaga komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk memaksimalkan potensi siswa.
  • Dorongan kepada orang tua untuk terus memberikan motivasi dan dukungan, khususnya di bidang yang memerlukan perhatian lebih.
4. Persiapan Menghadapi Semester Berikutnya
  • Harapan agar siswa mempersiapkan diri lebih baik untuk semester mendatang.
  • Informasi tentang target atau fokus pembelajaran di semester berikutnya.
  • Pentingnya memanfaatkan waktu libur untuk kegiatan yang positif dan produktif.
5. Pesan untuk Libur Akhir Semester
  • Dorong siswa untuk menjaga kesehatan fisik dan mental selama liburan.
  • Anjuran untuk tetap belajar secara santai, seperti membaca buku yang diminati, mengikuti kursus singkat, atau mencoba hobi baru.
  • Pentingnya menjaga pola tidur dan membatasi waktu bermain gawai.
  • Berikan saran untuk melakukan aktivitas keluarga seperti wisata edukasi, olahraga bersama, atau kegiatan sosial.
6. Pesan Terkait Pergaulan
  • Pengingat pentingnya pengawasan terhadap pergaulan anak selama liburan.
  • Menjaga komunikasi yang baik dengan anak agar mereka merasa didukung dan diawasi dengan penuh kasih.
7. Penutup
  • Harapan untuk keberhasilan siswa di semester mendatang.
  • Ucapan selamat berlibur dan semoga liburan menjadi waktu yang bermakna bagi keluarga.
  • Ajakan untuk kembali dengan semangat baru di semester berikutnya.

Nah dengan poin-poin tersebut semoga semua Wali Kelas dan Wali Murid dapat menjaga hubungan yang positif dan terus mendorong murid-murid berprestasi di kemudian hari. Selamat mencoba.