Saturday, January 3, 2026

GAMES IFP - TRADISI, KEARIFAN LOKAL DAN BUDAYA 1 KELAS IX


Belajar Tradisi dan Budaya Sambil Seru-Seruan!


Siapa bilang belajar tradisi, kearifan lokal, dan budaya itu harus selalu serius? Di era digital, kita bisa mengemas pengetahuan menjadi sesuatu yang menyenangkan dan interaktif. Nah, di pakwaronline.com kami menghadirkan cara baru untuk belajar: lewat game edukatif Froggy Jumps! 🎮🐸

Belajar Sambil Bermain

Game ini dirancang khusus untuk siswa dan pembaca yang ingin memahami makna tradisi, kearifan lokal, dan budaya Indonesia dengan cara yang lebih seru. Setiap lompatan si katak akan membawa Anda pada pertanyaan pilihan ganda seputar materi yang sudah dipelajari. Dengan begitu, otak tetap terasah, pengetahuan bertambah, dan suasana belajar jadi lebih menyenangkan.

Apa yang Akan Kamu Dapatkan?

  • Soal interaktif: 16 pertanyaan dengan level mudah hingga sedang, sesuai materi tentang tradisi, kearifan lokal, dan budaya.
  • 🐸 Gameplay seru: katak melompat sambil menguji pengetahuan Anda.
  • 📚 Belajar tanpa terasa: setiap jawaban benar akan membuat Anda semakin paham tentang identitas bangsa, nilai moral, hingga kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Mengapa Harus Coba?

Karena game ini bukan hanya hiburan, tapi juga alat belajar kreatif. Dengan Froggy Jumps, kita bisa menjaga semangat melestarikan budaya sambil tetap mengikuti gaya belajar generasi digital. Cocok dimainkan oleh siswa, guru, maupun siapa saja yang ingin menambah wawasan sambil bersenang-senang.

🎥 Sebelum bermain, jangan lupa juga menyimak video penjelasan lengkap di YouTube yang sudah kami siapkan. Video ini akan membantu Anda memahami materi lebih dalam, sehingga saat bermain game Froggy Jumps, Anda bisa menjawab pertanyaan dengan lebih percaya diri.

👉 Klik, tonton videonya, lalu langsung coba gamenya. Mari kita buktikan bahwa belajar tradisi dan budaya bisa semenyenangkan ini!


#GamesIFP
#IFP
#Gim
#educaplay
#tradisi
#budaya
#melestarikanbudaya
#budayabangsa
#pkn
#ppkn
#pancasila





Menjaga Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya di Era Globalisasi


 

Makna Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya
Materi Pendidikan Pancasila
Kelas 9 Semester 2


Di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, tradisi, kearifan lokal, serta budaya sering kali menghadapi tantangan besar. Budaya asing masuk dengan cepat, membawa pengaruh yang bisa menggeser nilai-nilai luhur yang telah diwariskan turun-temurun. Namun, justru di sinilah letak pentingnya komitmen kita untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.

Tradisi: Identitas dan Kebersamaan

Tradisi bukan sekadar kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang, melainkan jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan masa lalu. Melalui tradisi, masyarakat membentuk identitas, memperkuat ikatan sosial, serta menyampaikan nilai moral seperti sopan santun, gotong royong, dan penghormatan kepada orang tua. Tradisi juga menjadi catatan sejarah yang merekam peristiwa penting dalam kehidupan suatu komunitas.

Kearifan Lokal: Harta Karun Kehidupan

Kearifan lokal adalah pengetahuan dan nilai yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam berinteraksi dengan alam dan sesama. Ia mengajarkan keselarasan dengan alam, gotong royong, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama. Lebih dari itu, kearifan lokal menjadi penanda identitas budaya sekaligus perekat sosial yang menyatukan masyarakat dalam keberagaman.
Sebagai contoh nyata, masyarakat Jawa Tengah masih mempraktikkan tradisi sedekah bumi sebagai wujud syukur atas hasil panen. Tradisi ini bukan hanya ritual, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan warga, menjaga hubungan harmonis dengan alam, serta menanamkan nilai gotong royong.

Budaya: Cermin Jati Diri Bangsa

Budaya Indonesia adalah mosaik yang kaya, mencakup bahasa, seni, adat istiadat, hingga sistem sosial. Budaya menjadi cerminan jati diri bangsa, perekat persatuan, dan sumber semangat nasionalisme. Di dalamnya terkandung nilai kemanusiaan, toleransi beragama, kreativitas seni, serta kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Semua ini menjadikan budaya sebagai fondasi kokoh yang menjaga bangsa tetap berdiri tegak di tengah perubahan zaman.

Mengapa Penting Melestarikan?

Melestarikan tradisi, kearifan lokal, dan budaya bukan hanya soal menjaga masa lalu, tetapi juga tentang membangun masa depan. Dengan melestarikan, kita memperkaya dialog antarbudaya di tingkat internasional, sekaligus memastikan bahwa bangsa Indonesia tetap beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.

✨ Artikel ini menjadi pengantar sebelum Anda menyimak video penjelasan yang telah saya siapkan.

Mari kita renungkan bersama: bagaimana setiap tradisi, kearifan lokal, dan budaya yang kita jalani sehari-hari sesungguhnya adalah warisan berharga yang patut kita jaga dan teruskan.
🎥 Jangan lewatkan! Pak War sudah membuat video penjelasan lengkap di YouTube yang akan membantu Anda memahami lebih dalam makna tradisi, kearifan lokal, dan budaya bagi bangsa kita.
👉 Klik tautan video, tonton sampai selesai, dan mari kita bersama-sama menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup di era globalisasi.



Friday, January 2, 2026

GAMES IFP - MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA 1 KELAS VIII


Belajar Budaya Sambil Bermain 🐸🎮

Belajar tentang pelestarian budaya tidak harus selalu lewat buku atau ceramah. Kali ini, kita akan mencoba cara yang lebih seru: bermain sambil belajar! Dengan gim edukasi Froggy Jumps, kamu bisa menguji pengetahuanmu tentang bahasa daerah, tradisi, kearifan lokal, hingga peran sekolah dan masyarakat dalam menjaga budaya bangsa.

Setiap lompatan katak akan membawamu ke sebuah pertanyaan pilihan ganda. Jika jawabanmu benar, katak akan melompat lebih jauh dan kamu semakin dekat menuju kemenangan. Jika salah, jangan khawatir—itu kesempatan untuk belajar lagi dan memperkuat pemahamanmu.

🎯 Melalui permainan ini, kamu akan:

Mengenal kembali pentingnya bahasa daerah sebagai identitas budaya.

Memahami peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam melestarikan tradisi.

Menyadari bagaimana budaya bisa tetap hidup dan relevan di era modern.

Merasakan semangat menjaga warisan leluhur dengan cara yang menyenangkan.

✨ Jadi, siapkan dirimu! Ajak teman-temanmu untuk ikut bermain, lihat siapa yang paling banyak menjawab benar, dan jadilah juara Froggy Jumps yang sekaligus penjaga budaya bangsa.

🔥 Lompat, jawab, dan jaga budaya kita!


#GamesIFP
#IFP
#Gim
#educaplay
#budaya
#melestarikanbudaya
#budayabangsa
#pkn
#ppkn
#pancasila





Melestarikan Budaya Bangsaku: Identitas yang Harus Dijaga


Pelestarian Tradisi, Kearifan Lokal, dan Budaya Nasional
Materi Pendidikan Pancasila
Kelas 8 Semester 2


Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya. Dari bahasa daerah, pakaian adat, tarian tradisional, hingga kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun, semuanya menjadi bagian penting dari jati diri bangsa. Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga cermin siapa kita hari ini dan penuntun untuk masa depan.

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian budaya menjadi tantangan sekaligus kewajiban. Jika tidak dijaga, bahasa daerah bisa hilang, tradisi bisa terlupakan, dan identitas bangsa bisa terkikis. Karena itu, pelestarian budaya harus dimulai dari lingkup terkecil—keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas—dan diperkuat di tingkat nasional.

  • Di keluarga, penggunaan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari adalah langkah sederhana namun bermakna.
  • Di sekolah, kegiatan seni, festival kebudayaan, dan muatan lokal membantu generasi muda mengenal dan mencintai warisan leluhur.
  • Di masyarakat, akomodasi budaya membuat tradisi tetap relevan tanpa kehilangan makna aslinya.
  • Di tingkat nasional, pemerintah berperan memajukan budaya hingga mendapat pengakuan internasional, seperti warisan budaya yang diakui UNESCO.

Pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga memajukannya agar tetap hidup dan relevan. Dengan begitu, budaya kita tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga kontribusi berharga bagi peradaban dunia.

✨ Yuk, jangan hanya membaca!

Budaya kita adalah harta yang tak ternilai, dan tugas kita adalah menjaganya agar tetap hidup. Dengan menonton video ini, kamu akan melihat contoh nyata bagaimana tradisi, bahasa daerah, dan kearifan lokal bisa dilestarikan di tengah arus modernisasi.

👉 Klik videonya, ajak teman-temanmu, dan mari berdiskusi bagaimana kita bisa berperan menjaga budaya bangsa.

🔥 Ingat, setiap langkah kecil—mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat—akan membawa dampak besar bagi kelestarian budaya Indonesia.


#pendidikanpancasila
#pancasila
#pakwar
#melestarikanbudaya
#warisanbudaya
#tradisi
#ppkn
#pknsmp


Thursday, January 1, 2026

GAMES IFP - KEBERAGAMAN LEVEL 1 KELAS VII


 Uji Pengetahuanmu tentang Persatuan dalam Keberagaman! 🐸🎮

Belajar tidak selalu harus dengan cara yang serius dan membosankan. Materi tentang Persatuan dalam Keberagaman yang sudah kita pelajari bisa semakin menarik jika dikemas dalam bentuk permainan. Untuk itu, saya menyiapkan sebuah gim sederhana bernama Froggy Jumping yang akan mengajak kamu melompat dari satu pertanyaan ke pertanyaan berikutnya, sambil menguji pemahamanmu tentang keberagaman di Indonesia.

Dalam gim ini, setiap lompatan katak akan membawamu pada soal pilihan ganda seputar:

Makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika

Faktor-faktor yang membentuk keberagaman di Indonesia

Tradisi dan budaya dari berbagai daerah

Dampak positif dan negatif dari keberagaman

Pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati

Dengan cara ini, kamu tidak hanya membaca atau menonton video penjelasan, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Setiap jawaban benar akan membuat katakmu melompat lebih jauh, dan setiap tantangan akan mengasah pengetahuanmu.

✨ Siapkan dirimu, ajak teman-temanmu, dan mari kita buktikan bahwa belajar tentang persatuan dalam keberagaman bisa jadi pengalaman yang menyenangkan!



#GamesIFP
#IFP
#Gim
#educaplay
#keberagaman
#persatuan
#persatuan dalam keberagaman
#pkn
#ppkn
#pancasila





Persatuan dalam Keberagaman: Belajar dari Semboyan Bhinneka Tunggal Ika


Bab 1 Keberagaman Bangsa Indonesia dalam
Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
Materi Pertemuan 1 Kelas 7 Semester 2

Indonesia adalah negeri yang kaya akan keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke, kita menemukan ratusan suku bangsa, bahasa daerah, adat istiadat, serta tradisi yang berbeda-beda. Keberagaman ini bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang membentuk jati diri bangsa. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika mengingatkan kita bahwa meskipun berbeda, kita tetap satu kesatuan sebagai bangsa Indonesia.

Memahami makna persatuan dalam keberagaman sangatlah penting. Materi ini tidak hanya mengajarkan tentang fakta sosial, tetapi juga membentuk sikap menghargai perbedaan, mencegah konflik, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Dengan memahami faktor-faktor yang melahirkan keberagaman mulai dari letak geografis, kondisi alam, hingga perkembangan transportasi dan komunikasi kita bisa lebih bijak dalam menjaga persatuan bangsa.

Untuk membantu proses belajar, berikut penjelasan dalam bentuk video yang dapat memperjelas isi materi. Video ini dirancang agar mudah dipahami, sehingga bisa digunakan sebagai bahan ajar tambahan, dan sebagai penguat pemahaman.

✨ Yuk, belajar dengan cara yang lebih seru!

Keberagaman di Indonesia bukan hanya sekadar fakta, tapi juga cerita yang penuh warna. Dengan menonton video ini, kamu akan melihat bagaimana perbedaan bisa menjadi kekuatan yang menyatukan bangsa.

👉 Jangan hanya membaca, tapi rasakan juga pengalaman belajar lewat tayangan visual yang menarik.

💡 Siapkan catatanmu, ajak teman-temanmu, dan mari berdiskusi setelah menonton!

🔥 Ingat, setiap perbedaan adalah peluang untuk saling memahami dan memperkuat persatuan.


Untuk memperdalam sekaligus menguji pemahaman silakan mainkan games Froggy Jumping DISINI.



Wednesday, December 17, 2025

APA YANG HARUS DISIAPKAN GURU JELANG PEMBAGIAN RAPOR?



Menjelang Pembagian Rapor Semester 1: Hal-Hal yang Perlu Disiapkan Guru untuk Disampaikan kepada Peserta Didik

Pembagian rapor pada tanggal 19 Desember 2025 menjadi momen penting bagi seluruh peserta didik, guru, dan orang tua. Selain sebagai bentuk laporan perkembangan belajar selama satu semester, penerimaan rapor juga menjadi ruang refleksi bersama untuk menata langkah menuju semester berikutnya. Agar proses ini berjalan lancar, bermakna, dan tetap edukatif, guru perlu menyiapkan beberapa poin penting untuk disampaikan kepada anak-anak sebelum mereka menerima rapor.

1. Mengingatkan Makna Rapor sebagai Cermin Perkembangan, Bukan Penilaian Akhir

Guru perlu menegaskan bahwa rapor bukan sekadar angka atau predikat, melainkan gambaran perjalanan belajar selama satu semester. Anak-anak perlu memahami bahwa:

  • Rapor adalah alat refleksi, bukan label diri.
  • Setiap capaian adalah hasil usaha, dan setiap kekurangan adalah peluang untuk memperbaiki diri.
  • Perjalanan belajar masih panjang dan selalu bisa ditingkatkan.

Pendekatan ini membantu peserta didik menerima rapor dengan sikap positif dan tidak tertekan.

2. Menjelaskan Komponen Penilaian Secara Sederhana

Sebelum rapor dibagikan, guru dapat memberikan penjelasan singkat tentang:

  • Komponen penilaian yang digunakan (pengetahuan, keterampilan, sikap, proyek, atau asesmen formatif).
  • Bagaimana nilai diperoleh.
  • Mengapa setiap komponen penting dalam proses belajar.

Penjelasan ini membuat peserta didik lebih memahami konteks nilai yang mereka terima.

3. Memberikan Apresiasi atas Usaha dan Perkembangan

Setiap anak memiliki perjalanan belajar yang unik. Guru dapat menyampaikan:

  • Apresiasi atas usaha, kedisiplinan, dan perkembangan yang telah ditunjukkan.
  • Contoh konkret perubahan positif yang terlihat selama semester berjalan.
  • Penegasan bahwa proses belajar lebih penting daripada sekadar hasil.

Apresiasi yang tulus akan memperkuat motivasi dan rasa percaya diri peserta didik.

4. Mengajak Peserta Didik Melakukan Refleksi Diri

Sebelum menerima rapor, guru dapat mengajak anak-anak merenungkan:

  • Apa yang sudah mereka lakukan dengan baik.
  • Tantangan apa yang mereka hadapi.
  • Kebiasaan belajar apa yang ingin mereka perbaiki.
  • Target kecil apa yang ingin mereka capai di semester berikutnya.

Refleksi sederhana ini membantu peserta didik lebih sadar diri dan bertanggung jawab atas proses belajarnya.

5. Menyampaikan Etika dan Sikap Saat Menerima Rapor

Guru dapat mengingatkan peserta didik untuk:

  • Menerima rapor dengan sopan dan penuh rasa syukur.
  • Tidak membandingkan nilai dengan teman.
  • Menjaga kerahasiaan rapor sebagai dokumen pribadi.
  • Menyampaikan rapor kepada orang tua dengan jujur dan terbuka.

Nilai karakter ini penting untuk ditanamkan sejak dini.

6. Memberikan Informasi Teknis Pembagian Rapor

Agar proses berjalan tertib, guru perlu menyampaikan informasi teknis seperti:

  • Waktu dan tempat pengambilan rapor.
  • Ketentuan kehadiran orang tua atau wali.
  • Hal-hal yang perlu dibawa (misalnya buku rapor sebelumnya).
  • Alur pembagian rapor di kelas masing-masing.

Informasi yang jelas akan membantu menghindari kebingungan pada hari pelaksanaan.

7. Menyampaikan Pesan Penutup yang Menguatkan

Sebelum menutup pertemuan, guru dapat memberikan pesan yang menenangkan dan memotivasi, misalnya:

  • Mengajak anak-anak menikmati liburan dengan kegiatan positif.
  • Mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan.
  • Menegaskan bahwa sekolah selalu mendukung perkembangan mereka.

Pesan penutup yang hangat akan meninggalkan kesan baik dan memperkuat hubungan guru–murid.


Penutup

Pembagian rapor bukan hanya kegiatan administratif, tetapi juga momentum pendidikan karakter, refleksi, dan komunikasi yang bermakna. Dengan persiapan yang tepat, guru dapat membantu peserta didik memahami rapor secara lebih bijak dan menjadikannya sebagai pijakan untuk tumbuh lebih baik di semester berikutnya.


Sunday, December 14, 2025

Memaksimalkan Interactive Flat Panel (IFP) untuk Digitalisasi dan Pembelajaran Interaktif di Sekolah


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia belum lama ini mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai satuan pendidikan. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah untuk mempercepat digitalisasi sekolah dan menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad ke-21.

Namun, keberadaan perangkat canggih saja tidak cukup. Kunci keberhasilan terletak pada pemanfaatan kreatif dan efektif oleh para guru. Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk memaksimalkan penggunaan IFP dalam kegiatan belajar mengajar.


🎯 1. Menggunakan IFP sebagai Papan Tulis Digital yang Dinamis

IFP bukan sekadar layar besar. Ia dapat menjadi papan tulis digital yang:

Mendukung penulisan dengan stylus atau jari

Memungkinkan penyimpanan catatan secara otomatis

Memudahkan guru menampilkan gambar, diagram, atau video secara instan

Dengan fitur ini, guru dapat mengurangi penggunaan papan tulis konvensional dan menghadirkan pembelajaran yang lebih visual serta mudah diakses kembali.


🎮 2. Mengintegrasikan Game Edukasi untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa

Salah satu kekuatan IFP adalah kemampuannya menampilkan game edukasi berbasis web yang dapat dimainkan secara langsung melalui layar sentuh. Ini sangat efektif untuk:

Ice breaking

Penguatan materi

Evaluasi cepat

Aktivitas kolaboratif

Guru dapat memanfaatkan berbagai game edukatif yang tersedia di www.pakwaronline.com, seperti:

Froggy Jumps Games

https://www.pakwaronline.com/2025/11/games-ifp-norma-kelas-ix.html

Educaplay Games Matematika

https://www.pakwaronline.com/2025/11/persamaan-dan-pertidaksamaan-linier.html

Lives Worksheet Pendidikan Pancasila

https://www.pakwaronline.com/2024/10/lembar-digital-bardi-712.html

Educany Games Pendidikan Pancasila

https://www.pakwaronline.com/2024/02/lembar-digital-bardi-852.html

✅ Waygrounds Games Literasi dan Numerasi

https://www.pakwaronline.com/2024/09/latihan-soal-numerasi.html

https://www.pakwaronline.com/2024/09/latihan-soal-literasi.html

Game-game ini sangat cocok dimainkan di IFP karena mendukung interaksi langsung melalui sentuhan dan dapat dimainkan secara berkelompok.


📚 3. Menampilkan Materi Multimedia untuk Memperkaya Pembelajaran

IFP mendukung pemutaran:

Video pembelajaran

Animasi

Simulasi interaktif

Presentasi digital

Dengan memadukan multimedia, guru dapat menjelaskan konsep abstrak dengan lebih konkret dan menarik. Misalnya, simulasi IPA, video sejarah, atau animasi matematika.


🧩 4. Memfasilitasi Kolaborasi Siswa

IFP memungkinkan beberapa siswa berinteraksi secara bersamaan. Guru dapat menggunakannya untuk:

Diskusi kelompok

Mind mapping bersama

Menyusun diagram atau tabel kolaboratif

Menyelesaikan soal secara bergiliran

Aktivitas ini menumbuhkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan berpikir kritis.


✍️ 5. Mengoptimalkan Aplikasi Penunjang Pembelajaran

Guru dapat memanfaatkan berbagai aplikasi yang kompatibel dengan IFP, seperti:

Whiteboard digital

Google Workspace (Docs, Slides, Jamboard)

Microsoft 365

Aplikasi kuis seperti Quizizz, Kahoot, dan Blooket

Dengan integrasi aplikasi ini, pembelajaran menjadi lebih terstruktur, interaktif, dan terdokumentasi dengan baik.


🔍 6. Menggunakan IFP untuk Asesmen Cepat dan Umpan Balik Langsung

IFP dapat digunakan untuk:

Menampilkan kuis live

Menyimpan jawaban siswa

Memberikan umpan balik instan

Menunjukkan hasil evaluasi secara visual

Hal ini membantu guru memetakan pemahaman siswa secara cepat dan akurat.


🌱 7. Mendorong Guru untuk Berinovasi dan Berbagi Praktik Baik

Pemanfaatan IFP akan semakin optimal jika guru:

Saling berbagi praktik baik

Mengadakan pelatihan internal

Mencoba fitur baru secara bertahap

Mengembangkan media pembelajaran digital sendiri

Budaya kolaborasi ini akan mempercepat transformasi digital di sekolah.


Interactive Flat Panel (IFP) adalah jendela menuju pembelajaran masa depan. Dengan kreativitas dan kemauan untuk terus belajar, guru dapat mengubah kelas menjadi ruang belajar yang hidup, interaktif, dan menyenangkan. Digitalisasi bukan sekadar penggunaan perangkat, tetapi perubahan cara berpikir dan cara mengajar.

Dengan memanfaatkan IFP secara maksimal—termasuk melalui game edukatif di www.pakwaronline.com—guru dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik.

 

Wednesday, December 10, 2025

Panduan Pengisian Menu Kokurikuler di e-Rapor Versi 2025.2


✨ Latar Belakang

Mulai tahun ajaran 2025/2026, e-Rapor SMP menghadirkan menu baru yaitu Kokurikuler. Fitur ini sejalan dengan Panduan Kokurikuler yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen.

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang mendukung penguatan, pendalaman, dan pengayaan intrakurikuler, dengan tujuan membentuk kompetensi murid secara utuh, terutama karakter. Kegiatan ini berhubungan langsung dengan delapan dimensi profil lulusan, seperti keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.


🖥️ Menu Baru di e-Rapor

Dalam e-Rapor versi terbaru, admin sekolah akan menemukan menu Kokurikuler dengan beberapa bagian penting:

Tema Kegiatan Kokurikuler

Judul Kegiatan

Tujuan Akhir Kegiatan

Dimensi Profil Lulusan

Kelompok Kokurikuler

Menu ini harus diisi secara sistematis agar kegiatan yang sudah berjalan di sekolah dapat terdokumentasi dengan baik dan sesuai panduan nasional.


🧭 Langkah Menentukan Tema

Menurut Panduan Kokurikuler, tema berfungsi menyatukan berbagai gagasan kegiatan sesuai konteks sosial budaya dan karakteristik murid.

Contoh pengelompokan tema di SMP Negeri 1 Gumelar:

1. Karakter dan Spiritualitas → Upacara Hari Senin, Sholat Berjamaah, Sholat Jumat, Keputrian

2. Kesehatan dan Kebersihan → Makan Sehat dan Bergizi, Senam Anak Indonesia Hebat, Jumat Bersih

3. Literasi dan Akademik → Literasi, Klinik Mata Pelajaran

Dengan tema ini, kegiatan lebih terarah dan mudah dipahami oleh guru, siswa, maupun orang tua. Penentuan nama tema di setiap sekolah dapat berbeda-beda sesuai dengan karakteristik sekolah dan juga kegiatan kokurikuler yang diadakan. 


🎯 Merumuskan Tujuan Akhir

Setiap kegiatan kokurikuler harus memiliki tujuan akhir yang jelas. Tujuan ini mengacu pada dimensi profil lulusan dan hasil pembiasaan yang diharapkan. Berikut contoh rumusan singkat:

Sholat Berjamaah

“Melalui sholat berjama’ah, siswa dibina menjadi pribadi beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan penuh kebersamaan, sehingga terbentuk budaya religius yang menguatkan karakter sekolah.”

Upacara Hari Senin

“Melalui upacara bendera, siswa dibina untuk menumbuhkan disiplin, meneguhkan semangat kebangsaan, serta memperkuat rasa tanggung jawab dan kebersamaan sebagai warga sekolah dan bangsa.”

Makan Sehat dan Bergizi

“Melalui pembiasaan makan sehat dan bergizi, siswa dibina untuk menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak dini.”

Literasi

“Melalui kegiatan literasi, siswa dibina untuk menumbuhkan budaya membaca dan menulis, memperluas wawasan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.”


📝 Contoh Pengisian di e-Rapor

Jika admin ingin mengisi kegiatan Sholat Berjamaah, maka formatnya di menu e-Rapor adalah:

Tema Kokurikuler: Karakter dan Spiritualitas (bisa juga Keagamaan sesuai contoh panduan)

Judul Kegiatan: Sholat Berjamaah

Tujuan Akhir: (isi dengan rumusan singkat di atas)

Dimensi Profil Lulusan: Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME, Akhlak Mulia, Kebersamaan (pilih satu atau dua)

Kelompok Kokurikuler: Fase D (SMP)

Dengan cara ini, kegiatan yang sudah berjalan di sekolah akan terdokumentasi rapi, sesuai panduan, dan mudah dipantau dalam evaluasi.

📊 Contoh Tabel Ringkas Kegiatan Kokurikuler 


Dengan tabel di atas, admin e-Rapor akan lebih mudah:

Menentukan tema kegiatan sesuai panduan.

Mengisi tujuan akhir secara ringkas dan tepat.

Mengaitkan kegiatan dengan profil lulusan yang relevan.

✨ Tabel ini bisa langsung dijadikan referensi saat mengisi menu Kokurikuler di e-Rapor versi terbaru.

DOWNLOAD TEKS TABEL DI ATAS


🌟 Penutup

Menu Kokurikuler di e-Rapor bukan sekadar tambahan administrasi, melainkan sarana untuk memastikan bahwa kegiatan pembiasaan di sekolah benar-benar mendukung pembentukan karakter dan kompetensi murid. Dengan pengisian yang tepat, sekolah dapat menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Thursday, November 20, 2025

GAMES IFP - PENGUKURAN LEVEL 2- KELAS VII



💎 Uji Coba Sains Sejati! Kuis Pengukuran IPA Level 2 (HOTS)

Selamat datang kembali, future scientists!

Jika kamu berhasil melewati tantangan dasar pengukuran (Besaran Pokok dan Alat Ukur Sederhana) di Level 1, artinya kamu sudah memegang kunci gerbang Sains. Sekarang, saatnya menguji ketajaman berpikir dan ketelitian perhitunganmu di Level Lanjut!

Pengukuran Level 2 ini akan membawamu lebih dalam ke dunia Akurasi, Presisi, dan Perhitungan Besaran Turunan.

Di sini, kamu akan menghadapi soal-soal yang membutuhkan:

  1. Analisis Kesalahan: Mampu membedakan kesalahan alat (Systematic Error) dan kesalahan pengamat (Random Error).

  2. Konversi Kuadrat: Menguasai konversi satuan luas dan volume yang sering menjebak.

  3. Perhitungan Gabungan: Menentukan hasil bacaan alat ukur dengan skala majemuk (seperti Neraca Ohaus) dan memahami besaran pokok penyusun Gaya (Newton).

Level ini dirancang untuk memastikan kamu tidak hanya tahu definisinya, tetapi benar-benar mampu menerapkannya.

Jangan Cuma Hafal, Tapi Pahami! Buktikan ketelitianmu di kuis Level Lanjut ini!

Ayo Mainkan



#IFP
#Gim
#educaplay
#pengukuran
#ipa
#sains
#gamifikasi

#GamesIFP


 


Monday, November 17, 2025

GAMES IFP - NORMA KELAS VII - LEVEL 2


🚀 NAIK LEVEL! Kuis Norma Pancasila Sesi 2: Uji Analisis HOTS (Kelas VII)

Selamat datang kembali, para master etika dan hukum!

Jika Anda berhasil menaklukkan kuis Norma Level 1 (definisi dasar) kami sebelumnya, itu artinya Anda sudah menguasai pondasi materi. Namun, tantangan yang sesungguhnya baru dimulai!

Materi Norma dalam Kehidupan Bermasyarakat tidak hanya soal definisi; di dunia nyata, seringkali norma-norma ini tumpang tindih atau bahkan berkonflik. Kepatuhan pada hukum tidak selalu menjamin etika, bukan?

Di Level Lanjut (HOTS/High Order Thinking Skills) ini, kami tantang Anda untuk:

  • Menganalisis kasus di mana satu tindakan melanggar dua jenis norma sekaligus.
  • Membedakan sanksi internal (penyesalan) dan sanksi eksternal (hukuman) secara kontekstual.
  • Memahami filosofi mengapa Norma Kesusilaan menjadi pondasi bagi Norma Hukum.

Ini bukan sekadar tes ingatan, tapi tes seberapa dalam Anda berpikir kritis sebagai pelajar Pancasila yang cerdas. Hanya yang mampu berpikir analitis yang akan mencapai skor sempurna!

Siap? Tarik napas, fokus, dan buktikan kamu pantas mendapatkan gelar Master of Norms!

Ayo Mainkan



#GamesIFP
#IFP
#Gim

#educaplay
#norma
#pkn
#ppkn

#pancasila 


Sunday, November 16, 2025

GAMES IFP - TATA URUTAN PERUNDANG-UNDANGAN

 

⚖️ Uji Pengetahuan Hukummu! Kuis Tata Urutan Perundang-Undangan (Pancasila Kelas 8)

Halo Smart Citizens Indonesia!

Materi Tata Urutan Perundang-Undangan di Pendidikan Pancasila kelas 8 adalah salah satu materi paling krusial yang harus kita kuasai. Mengapa? Karena ini adalah peta jalan yang mengatur bagaimana negara kita berjalan. Mulai dari UUD 1945 hingga Peraturan Daerah, semuanya memiliki tempat dan fungsinya masing-masing.

Tahukah kamu, apa yang terjadi jika Undang-Undang bertentangan dengan UUD 1945? Atau, peraturan manakah yang dibuat oleh Presiden untuk melaksanakan Undang-Undang?

Kami telah siapkan 15 soal pilihan ganda yang akan menguji pemahaman Anda terhadap hierarki dan asas-asas hukum di Indonesia. Selesaikan kuis ini untuk memastikan Anda sudah benar-benar memahami dasar-dasar hukum yang menjadi tiang penyangga negara kita.

Ayo, buktikan kamu tahu betul aturan main hukum di Indonesia! Klik tombol Mulai di bawah ini!

Ayo Mainkan



#IFP
#Gim
#educaplay
#pendidikan
#pp
#pancasila
#gamifikasi
#tataurutanperundangan
#gamesIFP

 

GAMES IFP - PENGUKURAN - KELAS VII


🔬 Uji Akurasi Kamu: Kuis Dasar Pengukuran IPA Kelas 7

Halo para calon ilmuwan muda! Selamat datang di laman kuis interaktif yang akan menguji seberapa cermat dan akuratnya kamu dalam memahami materi IPA dasar!
Materi Pengukuran adalah pintu gerbang menuju dunia Sains. Tanpa pengukuran yang benar, kita tidak bisa melakukan eksperimen, bahkan membeli bahan makanan di pasar pun bisa salah!
Tahukah kamu, apa bedanya massa dan berat? Atau mengapa kita harus menggunakan satuan SI seperti Kelvin dan Kilogram?
Kami sudah siapkan 15 soal pilihan ganda yang akan menguji pemahaman kamu tentang:
Besaran Pokok dan Besaran Turunan.
Satuan Baku (SI) vs. Satuan Tidak Baku.
Fungsi dan cara kerja alat-alat ukur (Mistar, Jangka Sorong, Neraca, dsb.).
Siapkan fokus terbaikmu, ingat-ingat semua rumus konversi dan definisi penting, dan buktikan kamu adalah master pengukuran yang siap melanjutkan ke bab-bab IPA selanjutnya!

Ayo, jangan tunda lagi! Klik tombol di bawah ini dan raih skor sempurna!

Ayo Mainkan



#IFP
#Gim
#educaplay
#pengukuran
#ipa
#sains
#gamifikasi

#GamesIFP