Sunday, June 20, 2021

PPDB SMP KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2021

 


Memasuki bulan Mei sudah begitu banyak request dari teman dan sahabat tentang PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022. Kepinginya bisa langsung menjawab, tetapi informasi resmi yang ada sangat minim dari Pak War sehingga rata-rata saya jawab "Belum ada juknis pak... bu...."

Nah kemarin waktu saya sedang tugas di Tangerang alhamdulillah dapat kiriman 'Draft Juknis PPDB tahun 2021'. Meskipun masih draft saya kira ini sudah bisa menjadi pegangan bagi Bapak/Ibu yang akan menyekolahkan putra dan putrinya ke jenjang SMP. Kalau ada yang bertanya tahun ajaran besok pembelajaranya online apa offline gimana Pak War? jawabannya nunggu persetujuan Satgas Covid-19 Kabupaten Banyumas ya..... Jangan khawatir... kalaupun masih online, semua guru akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat pembelajaran tetap menarik...

Oke kita langsung ke PPDB 2021 ya...

Pada umumnya ketentuan tentang PPDB tahun 2021 ini hampir sama dengan tahun lalu ya... semua masih serba online... Aplikasi juga masih menggunakan tahun yang lalu, tentunya Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas masih disupport sepenuhnya oleh Dinas Komunikasi dan Informasi kabupaten Banyumas... thank's ya buat Kominfo... semoga programmernya sehat selalu... jangan bosan ditanya sama masyarakat... terutama sama Pak War...

Meskipun online, Sekolah tetap menyediakan layanan bagi masyarakat yang tidak mampu dari sisi perangkat (Smartphone ataupun Kuota internet). Bagi masyarakat yang memang butuh bantuan bisa ke Sekolah terdekat dengan rumah Bapak/Ibu atau bisa juga kontak saya... silahkan komen di bawah bagi yang menemui kesulitan saat mendaftar... Emang Pak War mau mendaftarkan? Insya Allah kalau ada waktu siap...

Kita mulai dari Pasal 12 yang ada dalam draft Juknis ya... disitu disebutkan bahwa Jalur PPDB tahun 2021 ada 4 jalur, yaitu:

a. zonasi; (minimal 60%)

b. afirmasi; (minimal 15%)

c. perpindahan tugas orang tua/wali; dan/atau (maksimal 5%)

d. prestasi. (maksimal 20%)


Nah dari pasal di atas ini ada yang hilang dari tahun yang lalu ya... Tahun lalu ada jalur Nakes Covid-19 yang wajib diterima, tahun ini tidak ada. Kenapa? menurut info yang kredibel ini dihilangkan karena hampir semua tenaga kesehatan sekarang ini menangani Covid-19. Jadi kalau semua nakes anaknya wajib diterima tentu akan buanyak banget... hehehe... jangan khawatir... Insya Allah untuk semua tenaga kesehatan anak-anaknya akan tetap mendapatkan sekolah yang diinginkan... karena biasanya anak nakes pinter-pinter juga... hehehe...

Selanjutnya di pasal 15 adalah penjelasan tentang jalur zonasi. Masih seperti tahun yang lalu, jalur zonasi dibagi sebagai berikut:

a. zona 1 yaitu Desa/Kelurahan lokasi suatu sekolah berada

b. zona 2 yaitu Desa/Kelurahan di luar zona 1 dalam wilayah kecamatan suatu sekolah berada.

c. zona 3 adalah Desa/Kelurahan di luar kecamatan dalam kabupaten suatu sekolah berada.

Zona 4 tidak disebutkan dalam juknis tetapi bisa disimpulkan zona 4 adalah diluar zona 1, 2 dan 3.

Untuk penetapan zona yang dijadikan acuan adalah domisili dari Calon Peserta Didik yang merujuk kepada Kartu Keluarga. Bolehkan menggunakan Surat Keterangan Domisili? jawabanya 'Boleh" dalam keadaan tertentu yaitu: yang pertama terkena dampak bencana alam atau yang kedua bencana sosial. Surat Keteranga Domisili harus diterbitkan oleh Kepala Desa atau pejabat setempat yang berwenang. Surat Keterangan Domisili paling singkat diterbitkan 1 tahun sebelum proses pendaftaran.


Selanjutnya jalur Afirmasi itu apa? Jalur afirmasi disebutkan dalam pasal 19 adalah Calon Peserta Didik yang berasal dari:

a. berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu; dan

b. penyandang disabilitas.

CPD yang melalui jalur afirmasi merupakan CPD yang berdomisili dari dalam dan luar wilayah zonasi sekolah.


Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali adalah jalur khusus yang disebabkan karena orang tua/wali mengalami pindah tugas pekerjaan.


Yang terakhir jalur prestasi yang dijelaskan dalam pasal 22 ditentukan berdasarkan:

a. nilai satuan pendidikan; dan/atau

b. prestasi di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.

Nilai satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a adalah jumlah nilai

SNSP (Sertifikat Nilai Satuan Pendidikan) dari mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS. Bukti atas prestasi sebagaimana dimaksud pada huruf b diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak 1 Juli 2021.

Untuk ketentuan lain silahkan lihat flyer di bawah ini:




Untuk peta zona dan ketentuan tentang Piagam akan saya upload saat Juknisnya sudah ditetapkan. Jadi silahkan selalu kunjungi pakwaronline.com untuk mendapatkan update informasi.

Saya juga ada rencana untuk membuat aplikasi android tentang info PPDB tahun 2021... kira-kira dibutuhkan ngga ya? Silahkan komentar di bawah...


#PPDBBANYUMAS2021

#PPDBSMP

#PPDB2021

Friday, May 28, 2021

LATIHAN SOAL PAT IPS KELAS 8 (2)

 

LATIHAN SOAL PAT PPKn KELAS 8 (2)


Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 2



<< LATIHAN 1 === LATIHAN 3 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran Bahasa Inggris Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran IPA Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

LATIHAN SOAL PAT IPS KELAS 8 (1)

 

LATIHAN SOAL PAT IPS KELAS 8 (1)


Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 1 



LATIHAN 2 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran Bahasa Inggris Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran IPA Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

LATIHAN SOAL PAT PPKn KELAS 8 (2)

 

LATIHAN SOAL PAT PPKn KELAS 8 (2)


Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 2



<< LATIHAN 1 === LATIHAN 3 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran Bahasa Inggris Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran IPA Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

LATIHAN SOAL PAT PPKn KELAS 8 (1)

 

LATIHAN SOAL PAT PPKn KELAS 8 (1)


Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 1 



LATIHAN 2 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran Bahasa Inggris Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran IPA Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

LATIHAN SOAL PAT BAHASA INGGRIS KELAS 8 (2)

 


LATIHAN SOAL PAT BAHASA INGGRIS KELAS 8 (2)

Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 1 




<< LATIHAN 1 == LATIHAN 3 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran PPKn Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran IPA Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

LATIHAN SOAL PAT BAHASA INGGRIS KELAS 8 (1)

 

LATIHAN SOAL PAT BAHASA INGGRIS KELAS 8 (1)

Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 1 




LATIHAN 2 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran PPKn Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran IPA Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

LATIHAN SOAL PAT MATEMATIKA KELAS 8 (2)

 

LATIHAN SOAL PAT MATEMATIKA KELAS 8 (2)

Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 2 




<< LATIHAN 1  ==  LATIHAN 3 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran PPKn Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran IPA Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Inggris Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

LATIHAN SOAL PAT MATEMATIKA KELAS 8 (1)

LATIHAN SOAL PAT MATEMATIKA KELAS 8 (1)

Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 1 




LATIHAN 2 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran PPKn Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran IPA Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

Thursday, May 27, 2021

LATIHAN SOAL PAT IPA KELAS 8 (2)

 

LATIHAN SOAL PAT IPA KELAS 8 (2)

Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 2 




<< LATIHAN 1  ==  LATIHAN 3 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran PPKn Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Inggris Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

LATIHAN SOAL PAT IPA KELAS 8 (1)

 


Sebentar lagi Penilaian Akhir Tahun untuk kelas VII dan VIII segera dimulai. Penilaian Akhir Tahun adalah penilaian akhir bagi Murid kelas VII dan VIII yang harus ditempuh untuk menentukan bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi atau tetap tinggal kelas. Meskipun tahun pelajaran 2021/2022 Pemerintah merencanakan pembelajaran sudah tatap muka, tetapi di akhir Mei 2021 ini ternyata masih ada lonjakan kasus COVID-19. Oleh karena itu masih banyak sekolah yang melaksanakan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara online (daring).

Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal ayo tetap semangat ya belajar di masa Pandemi Covid-19 ini... Semoga sukses....

LATIHAN 1 




LATIHAN 2 >>


Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8 Mata Pelajaran PPKn Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Matematika Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Inggris Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Bahasa Jawa Klik Disini

Link Latihan Soal PAT Online Kelas 8  Mata Pelajaran Seni Budaya Klik Disini


#Latihan Soal

#PAT_DARING

#PAT2021

#DARING

Saturday, May 22, 2021

DIGITAL ASSESSMENT UNTUK GENERASI Z

 


DIGITAL ASSESSMENT UNTUK GENERASI Z
(Sebuah Kodrat Zaman)


A. Latar Belakang

Perbedaan generasi dalam lingkungan pendidikan menjadi salah subyek yang selalu muncul dalam perkembangan peserta didik, dan konsep perbedaan generasi terus berkembang dari waktu ke waktu. Penelitian yang pertama tentang perkembangan nilai–nilai generasi dilakukan oleh Manheim pada tahun 1952, penelitian tersebut didasarkan pada tulisan–tulisan dalam bidang sosiologi tentang generasi pada kisaran tahun 1920 sampai dengan tahun 1930. Mannheim (1952) mengungkapkan bahwa generasi yang lebih muda tidak dapat bersosialisasi dengan sempurna karena adanya gap antara nilai–nilai ideal yang diajarkan oleh generasi yang lebih tua dengan realitas yang dihadapi oleh generasi muda tersebut, lebih lanjut dikatakan bahwa lokasi sosial memiliki efek yang besar terhadap terbentuknya kesadaran individu.

Menurut Manheim (1952) generasi adalah suatu konstruksi sosial dimana didalamnya terdapat sekelompok orang yang memiliki kesamaan umur dan pengalaman historis yang sama. Lebih lanjut Manheim (1952) menjelaskan bahwa individu yang menjadi bagian dari satu generasi, adalah mereka yang memiliki kesamaan tahun lahir dalam rentang waktu 20 tahun dan berada dalam dimensi sosial dan dimensi sejarah yang sama. Definisi tersebut secara spesifik juga dikembangkan oleh Ryder (1965) yang mengatakan bahwa generasi adalah agregat dari sekelompok individu yang mengalami peristiwa–peristiwa yang sama dalam kurun waktu yang sama pula.

Secara garis besar pembagian generasi dibagi menjadi dua bagian utama yaitu Generasi era Perang dan Generasi Pasca Perang. Generasi Perang terdiri dari tiga generasi yaitu: Generasi Perang Klasik, Generasi Perang Dunia I, dan Generasi Perang Dunia II. Sedangkan Generasi Perang sampai dengan sekarang ini dibagi menjadi enam generasi yaitu: (1) Generasi era depresi, (2) Generasi Baby Boomer (3) Generasi X, (4) Generasi Y, (5) Generasi Z, dan (6) Generasi Alpha. Generasi Era Depresi adalah generasi yang didefenisikan sebagai orang-orang yang lahir sebelum dan setelah perang dunia I dan II, yang mengalami depresi atau stress akibat kondisi yang terjadi pada masa tersebut. Generasi Baby Boomer adalah generasi yang lahir pasca perang dunia II, dengan rentang tahun lahir 1946 - 1964. 

Generasi X adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1965 sampai dengan 1980 masehi. Generasi Y adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1981 sampai dengan 1994 masehi. Generasi ini disebut juga dengan sebutan generasi milenial, yang sudah mengenal teknologi seperti komputer, video games, dan smartphone. Generasi Z adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2010 masehi. Generasi Z adalah generasi setelah Generasi Y, generasi ini merupakan generasi peralihan Generasi Y dengan teknologi yang semakin berkembang. Beberapa diantaranya merupakan keturunan dari Generasi X dan Y. Generasi Alpha adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 2011 sampai dengan tahun 2024. Generasi yang lahir sesudah Generasi Z. (Wikipedia.org)

Pada bulan Desember 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan dalam sambutannya mengumumkan bahwa kualitas pendidikan negara sangat buruk yang juga berdampak pada rendahnya biaya sekolah, hasil belajar yang buruk, fasilitas yang tidak lengkap, dan masalah disiplin, oleh karena itu sistem sekolah perlu direvisi. Ia menginformasikan bahwa pendidikan negara berada dalam masa "darurat". Kualitas pendidikan Indonesia tidak banyak mengalami peningkatan meskipun dalam beberapa tahun terakhir Indonesia telah berupaya untuk meningkatkan kebijakan pendidikan serta membuka peluang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat untuk dapat menyelesaikan pendidikan dasar (Sekolah Dasar (kelas 1 sd 6). dan Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Pertama (kelas 7 sampai 9) dan Sekolah Menengah Atas (kelas 10 sampai 12) dengan menyediakan pendidikan gratis untuk semua masyarakat.

Studi saat ini menemukan bahwa guru dan siswa masih skeptis untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang menggunakan teknologi informasi (Reffell & Whitworth, 2002). Pemanfaatan teknologi informasi bagi Guru dan Murid masih tergolong rendah. Apalagi model penilaian digital, sampai saat sekarang ini masih jarang dijumpai. Padahal ketika kita merujuk informasi di atas tentang pembagian generasi, saat sekarang ini pada anak usia SMP rata-rata adalah mereka yang masuk dalam Generasi Z.

Generasi Z disebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan Generasi Y, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Apapun yang dilakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya. Sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.

Oleh karena itu semestinya Guru yang mendidik Generasi Z harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan kepribadian mereka. Tidak bijaksana ketika justru Guru mengajak murid yang notabene adalah generasi yang terlahir dalam era teknologi modern dibawa ke era lama yang masih minim pemanfaatan teknologi. Termasuk di dalamnya adalah pada bidang penilaian atau assessment. Penilaian saat sekarang ini mestinya harus dirubah semuanya dalam model digital atau yang dikenal dengan Digital Assessment.


B. GENERASI INTERNET

Internet diperkenalkan sejak tahun 1960an, tetapi mulai masuk ke Indonesia secara terbatas sejak tahun 1990an. Sejak saat itu perkembangan internet di Indonesia maupun dunia mengalami perkembangan secara signifikan. Begitu juga teknologi jaringan selular untuk mendukung akses internet, awalnya dari 1G sekarang berkembang menjadi 4G, bahkan satu tahun terakhir ini sudah mulai diperkenalkan teknologi 5G.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Jasa Internet Indonesia (APJI) yang bekerjasama dengan Teknopreneur Indonesia pada tahun 2017 menyatakan bahwa pertumbuhan pengguna internet di Indonesia meningkat pesat. Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 sebanyak 132,7 juta jiwa, kemudian di 2017 bertambah menjadi 143,26 juta jiwa atau lebih dari 50% penduduk Indonesia memiliki akses internet.  Dari data tersebut juga disimpulkan bahwa paling banyak pengguna internet di Indonesia adalah mereka yang merupakan Generasi Z. Generasi yang lahir dalam rentang waktu tahun 1995 sampai dengan 2010. Mereka inilah yang disebut generasi digital yaitu generasi yang lahir dimasa teknologi digital berkembang sangat pesat.

Lebih lanjut lagi dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis layanan yang paling banyak diakses adalah aplikasi obrolan, media sosial, mesin pencari, lihat gambar atau foto, dan pengunduhan video. Untuk pemanfaatan bidang edukasi paling banyak dimanfaatkan untuk membaca artikel, melihat video tutorial, dan membagikan artikel atau video edukasi.

Kenapa Generasi Z menjadi yang paling banyak dalam menggunakan internet? Sebab sejak generasi ini lahir pada era perkembangan internet berkembang sangat pesat. Generasi ini lahir sudah mulai mengenal media sosial di dunia maya yang berkembang dalam berbagai bentuk. Belum lagi begitu banyak kemudahan yang tidak didapat pada era sebelumnya. Generasi Z begitu mudahnya menikmati musik atau film yang di era Generasi Y didapat sangat sulit dan jarang dijumpai. Sementara sekarang ini dengan adanya Youtube dan banyak platform serupa menawarkan banyak kemudahan yang memanjakan mereka setiap hari bahkan setiap detik. Maka layak Generasi ini menyandang nama Generasi Internet.

C. INTERNET UNTUK PENDIDIKAN

Perkembangan internet telah mengubah banyak sekali pola interaksi masyarakat. Internet memberi kontribusi terhadap masyarakat, perusahaan/industri, pemerintah dan termasuk dalam dunia pendidikan. Hadirnya internet telah menunjang efektivitas dan efisiensi lebih bagi para penggunanya pada semua bidang tersebut. Peranan utama internet selain sebagai sarana komunikasi, publikasi serta alat untuk mendapatkan informasi, saat sekarang ini di era Revolusi Industri 4.0 bertambah sebagai sarana big data dan juga artificial intellegent.

Dalam dunia pendidikan, internet menjadi media yang sangat ideal untuk kegiatan pembelajaran, apalagi pada masa pandemi COVID-19 sekarang ini. Saat sekarang ini hampir semua sekolah menggunakan model pembelajaran jarak jauh bahkan penilaian juga jarak jauh, yang artinya hanya internet yang bisa menghubungkan. Melalui internet, Guru dan Murid dan melakukan pembelajaran sinkrounus menggunakan aplikasi video conference seperti Google Meet, Zoom, Microsoft Teams atau masih banyak platform lain. Selain pembelajaran sinkrounus bisa juga model asinkrounus yaitu dengan memanfaatkan Kelas Maya yang banyak tersedia untuk berdiskusi, membagi materi, memberi dan mengerjakan tugas bahkan juga penilaian.

Pemanfaatan teknologi internet untuk pendidikan di Indonesia secara resmi dimulai sejak dibentuknya telematika tahun 1996. Masih ditahun yang sama dibentuk Asian Internet Interconnections Initiatives. Jaringan yang dikoordinir oleh ITB ini bertujuan untuk pengenalan dan pengembangan teknologi internet untuk pendidikan dan riset, pengembangan backbone internet pendidikan dan riset di kawasan Asia Pasifik. Sampai sekarang ada 21 lembaga pendidikan tinggi (negeri dan swasta), lembaga riset nasional, serta instansi terkait yang telah bergabung.

Meskipun banyak pro dan kontra pada awal penggunaan internet untuk pembelajaran, namun saat sekarang ini di tengah pandemi COVID-19 hampir tidak ada yang bisa menolak. Internet seolah-olah menjadi kebutuhan primer yang setiap orang tidak bisa untuk menghindarinya. Banyak pula prediksi yang mengatakan bahwa dalam dunia pendidikan nantinya ada kombinasi (blended learning) meskipun pandemi sudah berakhir.

D. DIGITAL ASSESSMENT DALAM AKSI NYATA 

Murid SMP Negeri 2 Purwokerto sudah dari 2012an dibolehkan untuk membawa smartphone. Saat itu memang masih menyandang gelar Sekolah RSBI sehingga kebanyakan Muridnya memiliki smartphone yang dapat digunakan untuk pembelajaran. Oleh karena itu sudah seharusnya semua warga sekolah mampu memanfaatkan kondisi Murid yang hampir 80% memiliki smartphone.

Selama masa pandemi COVID-19 ini semua guru SMP Negeri 2 Purwokerto menggunakan akun belajar.id yang diberi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Semua guru dan murid menggunakan akun tersebut untuk bergabung di Google Classroom maupun Google Meet. Hampir semua tugas dan penilaian harian menggunakan Google Form sebagai sarana utama. 

Begitu juga dalam pelaksanaan assessment lainya seperti Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester maupun Penilaian Akhir Tahun. Namun ada usulan dari beberapa rekan agar bisa membuat desain yang sedikit berbeda agar assessment tidak selalu menggunakan Google Classroom akan tetapi tetap menggunakan Google Form. Ini adalah komitmen dari SMP Negeri 2 Purwokerto agar anak-anak dapat belajar sesuai kodrat dan zaman mereka yaitu zaman digital.

Pada akhirnya dari hasil survei yang saya adakan tentang pelaksanaan PAT hampir 95% anak menggunakan Android sebagai sarananya. Sisanya menggunakan IOS dan Windows. Dari survei tersebut kemudian saya memutuskan untuk membuat aplikasi Android sebagai 'pintu' untuk mengikuti Penilaian Akhir Tahun.

Secara umum tampilan antar muka masih sederhana karena dibuat hanya dalam waktu kurang dari 2 pekan. Saya sendiri juga masih harus banyak belajar tentang ilmu desain interface. Alurnya secara singkat adalah sebagai berikut:

1. Murid menginstall aplikasi "PAT DARING" yang dapat didownload melalui Play Store.

2. Membuka aplikasi di Android masing-masing kemudian memasukan username dan password yang dapat diminta kepada Wali Kelas masing-masing.

3. Halaman berikutnya adalah Murid memilih jenjang kelasnya masing-masing.

4. Halaman berikutnya Murid ketika sudah masuk waktunya mengisi rekam suhu yang sudah discan pada waktu datang.

5. Masih di halaman utama kemudian Murid mengisi Daftar Hadir dan menandatanginya melalui aplikasi Zoho Form.

6. Murid mengerjakan soal dengan memilih soal sesuai jadwal.

7. Setelah selesai Murid tinggal mengirim jawabanya.

8. Langkah selanjutnya Murid mengulang untuk Daftar Hadir mata pelajaran berikutnya dan mengerjakan mata pelajaran berikutnya.

9. Terakhir Murid mengisi suhu kepulangan.

Berikut tampilan dari Aplikasi PAT Daring:


LOGO/IKON PAT DARING



HALAMAN LOGIN APLIKASI



HALAMAN PILIH KELAS


HALAMAN UTAMA KELAS 7


HALAMAN UTAMA KELAS 8

Aplikasi di atas adalah aksi nyata dari Penulis yang berusaha agar penilaian yang dilakukan oleh Guru atau Sekolah selalu menyesuiakan dengan kondisi Murid. Murid sekarang adalah generasi Z, yaitu generasi yang lahir dalam era internet sehingga Guru harus pandai untuk menyesuaikan.

E. SIMPULAN

Kebanyakan guru yang aktif mengajar sekarang masuk dalam kategori Generasi Y. Generasi Y memang sebuah generasi yang luar biasa. Mereka yang ada di generasi ini menikmati teknologi manual maupun teknologi digital. Terlahir dalam lompatan generasi yang luar biasa tentu akan selalu mendorong agar terus bisa melakukan inovasi dalam segala bidang.

Tetapi ada juga Guru dari Generasi Y yang masih takut untuk mengimplementasikan teknologi digital dalam pembelajaran. Tidak bijaksana ketika kita dari Generasi Y mengajar Generasi Z terapi kita menarik mereka untuk masuk ke dalam alam generasi Y. Murid-murid semua harus selalu berjalan sesuai zamanya. Ketika mereka lahir dalam generasi internet maka kita harus mengajar mereka dalam dunia mereka, yaitu dunia yang terkait dengan internet.

Salah satu filosofi dasar pembelajaran Ki Hadjar Dewantara adalah Kodrat Zaman. Artinya adalah bahwa setiap anak lahir sesuai zamanya. Guru harus menuntun mereka agar mereka berada di zamanya bahkan mempersiapkan era baru yang lebih baik. Oleh karena itu wajib bagi guru untuk menuntun mereka sesuai dengan zamannya.

Assessment Digital adalah sebuah keniscayaan untuk Generasai Z. Generasi yang lahir di era internet.


#salampakwar

#GuruBergerakInonesiaMaju 


Daftar Pustaka:

Mannheim, K. (1952). The Problem of Generations. Essays on the Sociology of Knowledge, 24(19), 276-322–24.

Ryder, N. B. (1965). The Cohort as a Concept in the Study of Social Change. American Sociological Review, 30(6), 843–861. https://doi.org/10.2307/2090964

Surya Putra, Yanuar. (2016). Theoritical Review : Teori Perbedaan Generasi. Among Makarti Vol.9 No.18.

Pustaka Online:

https://id.wikipedia.org/wiki/Generasi_Z


Tuesday, April 27, 2021

IRONI FILOSOFI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

 


IRONI FILOSOFI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

 

MUKADDIMAH

Finlandia sering kali dirujuk sebagai barometer keberhasilan pendidikan  sebuah negara. Hal ini tidak mengherankan mengingat negara kecil Nordik ini memberikan perhatian sangat besar pada pendidikan awal atau pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebelum murid Finlandia belajar pengaturan waktu mereka, mereka belajar dulu bagaimana menjadi anak-anak; cara bermain satu sama lain, cara bersosialisasi, termasuk cara memperbaiki luka emosional. Dirangkum dari tulisan World Economic Forum dan Insider, berikut beberapa penerapan sistem pendidikan yang membuat Finlandia unggul dalam pendidikan global;

1.      Persaingan tidak penting Finlandia telah menemukan persaingan antarsekolah tidak menghasilkan siswa sukses bila dibandingan kerja sama antarsekolah tersebut. Salah satu alasan, Finlandia tidak memiliki sekolah swasta. Setiap lembaga akademik di negara ini didanai melalui biaya publik atau negara. Para guru juga dilatih untuk mampu membuat penilaian siswa sendiri alih-alih menggunakan tes standar nasional atau internasional. "Tidak ada kata untuk akuntabilitas dalam Bahasa Finlandia," kata pakar pendidikan Pasi Sahlberg kepada audiens di Teachers College of Columbia University. Guru dipercaya dapat melakukan kinerja lebih baik tanpa harus termotivasi untuk saling berkompetisi.

2.      Guru profesi paling dihormati Guru di Finlandia tidak dibayar rendah, bahkan lebih tinggi dibanding seperti di Amerika Serikat. Untuk menjadi seorang guru di Finlandia, para calon harus terlebih dahulu menerima setidaknya gelar magister dan menyelesaikan pendidikan profesi seperti halnya pendidikan profesi kedokteran. Tidak mengherankan guru di sana mengajar di sekolah dasar yang berafiliasi atau berdampingan dengan universitas. Hasilnya, para guru dapat diandalkan untuk melakukan penelitian pedagogis (pengajaran) terbaik tentang pendidikan.

3.      Finlandia tidak takut bereksperimen Satu manfaat besar dari mendengarkan penelitian ini adalah kebijakan dihasilkan tidak terikat pada kekuatan lain, seperti proyek, uang, atau kepentingan politik. Guru-guru Finlandia didorong membuat laboratorium mini sendiri untuk gaya mengajar, meningkatkan apa yang berhasil dan menghilangkan apa yang tidak. Pola pikir eksperimental seperti ini memungkinakan guru mampu berpikir dan menemukan solusi "out of the box".

4.      Waktu bermain penting! Hukum Finlandia mengharuskan guru memberi siswa waktu bermain 15 menit untuk setiap 45 menit pengajaran. Kebijakan tersebut bermula dari keyakinan mendalam bahwa anak-anak harus tetap anak-anak selama mungkin. Bukan tugas mereka untuk tumbuh dengan cepat dan menjadi penghafal dan peserta ujian. Hasilnya berbicara sendiri: penelitian demi penelitian menunjukan siswa yang diberikan setidaknya satu kali istirahat selama 15 menit setiap pergantian pelajaran atau lebih berperilaku lebih baik di sekolah dan mengerjakan tugas lebih baik.

5.      PR siswa sangat sedikit. Banyak hal ditawarkan sekolah-sekolah Finlandia kepada siswa, hanya satu yang tidak: pekerjaan rumah (PR). Banyak anak di negara lain hanya menerima sedikit waktu luang setiap malam lantaran bayak PR. Filosofi ini berasal dari tingkat saling percaya dimiliki antara sekolah, guru, dan orangtua. Orangtua menganggap guru telah memenuhi sebagian besar dari apa yang siswa butuhkan dalam batasan hari sekolah, dan sekolah menganggap hal yang sama. Kerja ekstra sering dianggap tidak perlu oleh semua orang yang terlibat pendidikan di sana. Waktu yang dihabiskan di rumah disediakan untuk keluarga, di mana satu-satunya pelajaran dipelajari anak-anak adalah tentang kehidupan. (edukasi.kompas.com)

Saya menuliskan 5 (lima) point di atas tidak untuk menunjukkan bahwa kita harus meniru model pendidikan di Finlandia. Atau mungkin ada yang berpendapat bahwa saya sudah tidak memiliki rasa nasionalisme atau patriotisme. Justru sebaliknya!!! Saya sangat nasionalis. Saya mencintai negeri kita Indonesia Raya tercinta. Mengapa? Ternyata bangsa Finlandia justru mengadopsi model dan filosofi pendidikan ala Ki Hadjar Dewantara.

Sementara di Indonesia Ki Hadjar Dewantara selama ini lebih dikenal dengan buah pikirannya yang lebih dikenal sebagai manajemen kepemimpinan atau ajaran kepemimpinan. Yang pertama adalah: Ing Ngarso Sung Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan. Yang kedua: Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Yang terakhir adalah: Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat.

Lebih dari pada itu, ternyata Ki Hadjar Dewantara memiliki banyak pemikiran dalam dunia pendidikan yang ‘belum’ dipakai dan dipraktikan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Tentunya yang lebih mengejutkan adalah ketika kita mengetahui bahwa Finlandia sebagai sebuah negara di Eropa sudah menerapkan filosofi pendidikan ala Ki Hadjar Dewantara dalam sistem pendidikan mereka. Apa saja filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang belum diterapkan di Indonesia?

 

 

FILOSOFI PENDIDIKAN KHD

Sebelum membahas lebih lanjut tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang lain saya terlebih dahulu kembali kepada ajaran tentang: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Ajaran ini dalam era Presiden Soeharto lebih dikenal sebagai sebuah ajaran kepemimpinan atau leadership. Untuk menjadi pemimpin wajib mengamalkan tiga konsep tersebut. Tetapi yang sebenarnya konsep tersebut bagi Ki Hadjar Dewantara adalah konsep mengajar dari seorang guru.

Yang pertama sebagai seorang guru ketika dia pada posisi di depan maka seorang guru harus mampu menjadi contoh atau teladan. Guru yang baik mengajarkan dengan contoh dan praktik nyata. Guru tidak hanya memberikan teori untuk dipraktikan tanpa bisa melakukan. Sebaik-baik pengajaran adalah belajar dari pengalaman. Maka guru yang baik adalah guru yang bisa memberi teladan bagi murid-muridnya.

Yang kedua sebagai guru ketika berada di tengah murid-muridnya harus bisa membangkitkan kemauan dan niat murid untuk melakukan tindakan. Membangkitkan atau menggugah kemauan dan minat ini dilakukan ketika seorang guru berbaur dengan anak-anak saat belajar. Ketika seorang guru ingin bisa menggugah kemauan dan niat murid maka dia harus berbaur, harus bersatu dengan dunia murid. Tidak sebaliknya membawa murid ke dunia guru yang sudah pasti berbeda masanya.

Yang terakhir adalah Tut Wuri Handayani. Ajaran ini menjadi semboyan untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mengandung makna yang sangat penting, yaitu ketika seorang guru berada di belakang maka seorang guru harus mampu memberikan dorongan semangat atau dorongan moral. Guru harus bisa menguatkan dan memotivasi murid untuk terus belajar dan berkarya.

Sebenarnya dari tiga filosofi inilah kemudian melahirkan filosofi dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi berkembang. Kita akan bahas beberapa diataranya:

1.      Pendidikan adalah tempat persemaian segala benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat kebangsaan. Pendidikan dan kebudayaan adalah satu kesatuan. Pendidikan yang baik akan melahirkan kebudayaan yang baik. Sehingga antara pendidikan dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Pertukaran kebudayaan digunakan sebagai alat untuk menguatkan kebudayaan yang ada. Bangsa Indonesia yang beragam akan menghasilkan kebudayaan yang beraneka ragam. Begitu juga dengan anak-anak. Tidak ada satupun anak yang terlahir sama, semua memiliki perbedaan sekalipun itu adalah anak kembar.

2.      Pendidikan adalah perubahan. Ki Hadjar Dewantara mengibaratkan pendidikan itu seperti Tata Surya. Dalam sistem tata surya planet-planet dan matahari selalu bergerak sesuai dengan orbitnya dan berotasi di atas sumbunya. Meraka tidak pernah berhenti berputar, karena ketika mereka berhenti berputar maka akan terjadi kehancuran. Begitu juga dengan kebudayaan bersifat dinamis tidak boleh statis. Perubahan itu kekal.

Planet-planet juga memiliki keragaman sendiri-sendiri berdasarkan orbitnya. Bumi tidak mungkin dipindah ke orbit Mars, karena ketika berada di orbit mars tentu Bumi akan mengalami perbedaan yang tidak sesuai dengan bentuk yang ada. Begitu juga dengan planet-planet yang lain, mereka memiliki bentuk sendiri, orbit sendiri dan poros sendiri yang membentuk karakteristik masing-masing planet.

 

Relevansinya dalam filosofi pendidikan perubahan itu mencakup tiga hal:

1.      Kodrat Keadaan (Kodrat Alam dan Kodrat Zaman)

Kodrat alam terkait dengan alam dimana masyarakat itu berada. Setiap alam akan membentuk manusia yang ada di dalamnya. Misalnya menurut Ki Hadjar Dewantara bahwa orang Belanda memandang orang Indonesia itu boros. Hal ini disebabkan karena alam Indonesia begitu murahnya dalam memberikan sumber dayanya kepada penduduk Indonesia. Selalu ada segala sesuatu yang diinginkan masyarakat Indonesia. Sebaliknya orang Indonesia memandang orang Belanda itu pelit. Alam Belanda membentuk warganya untuk berhemat karena ada 4 musim yang memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Dimana ada musim yang mengharuskan mereka untuk bisa bertahan hidup. Dan itu semua diperoleh dari pembelajaran alam.

Kodrat zaman meskipun alamnya sama tetapi tidak pernah sama dalam perkembangan waktu yang ada. Meskipun ada di tempat yang sama, setiap era itu berbeda. Ada era dimana manusia masih menggunakan tenaga mekanik untuk bertahan hidup. Ada masa dimana manusia menggunakan tenaga listrik untuk hidup, dan kita sekarang berada di era digital. Era manusia memanfaatkan penggunaan teknologi Revolusi Industri 4.0 maka pendidikan harus menyesuaikan dengan zaman.

2.      Prinsip melakukan perubahan. Ada Tri Konyang diajarkan KHD: yang pertaman adalah Kontinuitas yaitu kita harus melakukan dialog kritis tentang sejarah. Dalam bergerak ke depan, kita tidak boleh lupa akan akar nilai budaya yang hakiki dari masyarakat. Yang kedua Konvergensi adalah pendidikan harus memanusiakan manusia dan memperkuat nilai kemanusiaan. Yang ketiga Konsentris adalah pendidikan harus menghargai keragaman dan memerdekaan pemelajar, karena setiap orang berputar dan beredar sesuai orbitnya. Pendidikan harus menghargai keunikan dan keberagaman masing-masing murid. Menurut Ki Hadjar Dewantara kalau guru diibaratkan

3.      Apa yang berubah? Budi Pekerti. Budi itu Cipta , Rasa dan Karsa. Pekerti itu tenaga atau raga. Semua harus seimbang, ada olah cipta untuk menajamkan pikiran. Olah rasa menghaluskan rasa. Olah karsa untuk menguatkan kemauan. Dan olah raga untuk menyehatkan jasmani. Pendidikan itu harus holistik dan seimbang. Kesempurnaan budi pekerti membawa anak pada kebijaksanaan.

 

Pendidikan dan pendidik harus memandang anak dengan rasa hormat. Pendidikan harus berorientasi kepada murid. Semua yang dilakukan dalam dunia pendidikan harus berorientasi untuk anak. Dalam bahasa Ki Hadjar pendidikan harus bebas dari segala ikatan. Dengan suci hati mendekati sang anak. Tidak untuk meminta suatu hak, namun untuk berhamba pada sang anak.

 

PENDIDIKAN INDONESIA HARUS BERUBAH

Pendidikan di Finlandia mampu menjalankan ajaran-ajaran Ki Hadjar Dewantara dengan baik, sehingga kualitas pendidikan mereka menjadi yang paling baik di dunia. Mereka sangat memperhatikan kodrat anak. Kodrat anak itu memang berbeda. Maka kemudian setiap sekolah di Finlandia tidak ada persaingan. Yang ada adalah kolaborasi. Ini yang menguatkan setiap anak di Finlandia bahwa ketika mereka belajar tujuan utama adalah untuk mengetahui sesuatu hal secara bersama-sama dengan murid yang lain. Tidak untuk dikompetisikan antar sekolah yang akhirnya membuat sekolah-sekolah terkasta-kasta.

Pendidikan di Finlandia itu memerdekaan murid. Murid diberikan ruang untuk belajar sesuai dengan bakat dan minatnya. Setiap Murid berbeda, maka guru harus menuntun murid berdasarkan bakat dan minatnya. Yang tidak kalah pentih adalah bahwa fitrah dan kodrat anak itu adalah bermain. Maka guru harus meluangkan waktu untuk belajar dan bermain dengan murid. Ciptakan permainan untuk bisa membelajarkan anak. Karena belajar dengan suasana bermain akan menciptakan suasan belajar yang menyenangkan (enjoy learning).

Guru diposisikan dalam posisi yang terhormat. Guru adalah profesi mulia. Guru harus diberi kepercayaan bahwa guru adalah pihak yang paling mengerti tentang bagaimana cara mendidik dengan baik.

Oleh karena itu mari kita kembali kepada ajaran Ki Hadjar Dewantara. Mari kita kembalikan marwah guru agar pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Salam Perubahan.

Salam Bahagia.

Guru Bergerak Indonesia Maju.

 

Sumber Bacaan:

1.      Lampiran 1. Dasar-Dasar Pendidikan. Keluarga, Th. I No.1,2,3,4., Nov, Des 1936., Jan, Febr. 1937

2.      Lampiran 2. Metode Montesori, Frobel dan Taman Anak. Wasita, Jilid No.1 Oktober 1928

3.      Online edukasi.kompas.com